COMING SOON – Buletin Dinamis Ed XV
FEKON LIFE SKILL, Regenerasi Kepemimpinan Organisasi Kampus
Fekon Life Skill atau biasa disebut FLS kembali dilaksanakan tahun ini dengan mengambil tema “The way to be a good leadership”. Program kerja bersama antara BLM, BEM, dan Himpunan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat ini dimulai sejak Jum’at , (17/5) hingga Minggu, (19/5). Peserta terdiri dari mahasiswa anggota organisasi kampus FE Unlam, seperti kader-kader BEM dan himpunan mahasiswa . Untuk kader BEM sendiri diwajibkan untuk mengikuti rangkaian acara Fekon Life Skill. Menurut laporan panitia peserta FLS XI Tahun 2013 terdiri dari Puluhan orang mahasiswa yang terbagi menjadi 8 kelompok.
Fekon Life Skill adalah kegiatan pelatihan skill kepemimpinan dan pembangunan karakter mahasiswa dalam rangka regenerasi kepengurusan organisasi. Untuk tetap menghidupkan semangat berorganisasi maka diadakanlah FLS sebagai sarana mentransfer ilmu, pengalaman, dan budaya berorganisasi dari senior kepada penerusnya. Seperti kita ketahui bahwa kemampuan khusus seperti itu tidak didapatkan secara individual, tetapi dalam memperolehnya juga diperlukan pelatihan walaupun setiap individu telah memiliki dasarnya.
FLS dimulai dengan acara inbond yang dilaksanakan di Aula Lt. 3 Gedung Beru FE Unlam pada hari Jum’at (19/05). Inbond sendiri dimaksudkan untuk pembekalan mahasiswa dalam hal teori dengan topik-topik kepemimpinan dan organisasi. Disamping teori-teori yang diberikan dalam seminar juga dilaksanakan debat kasus yang akan melatih kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi terutama menyampaikan pendapat di depan umum.
Acara lanjutan setelah Inbound yaitu Outbond yang pelaksanaannya dilakukan di Tahura Sultan Adam Mandiangin. Rangkaian acara Outbond terdiri dari travelling, malam keakraban, dan tanam pohon. Berbeda dengan Inbond yang membekali mahasiswa dengan teori, di Outbond mahasiswa diberikan pengalaman dalam pengaplikasian teori-teori tersebut. Terutama dalam hal kerja sama kelompok yaitu kecekatan, kerja sama dalam pengambilan keputusan, serta penyelesaian masalah dalam situasi terdesak.
Dalam sambutan pembukaan acara, Pembantu Dekan III, Drs. Ec. Syaiful Hifni, M.Si, Ak, berpesan kepada para peserta agar menghayati rangkaian acara Fekon Life Skill XI tahun 2013, sebagaimana memaknai kehidupan. M. Rifky Ansyari selaku ketua panitia berharap setiap peserta dapat meningkatkan skill terutama skill kepemimpinan dan menjadi penerus organisasi. “Ada beberapa ciri khas atau keunikan tersendiri masing-masing organsisasi yang harus mereka warisi,” demikian ungkapnya ketika diwawancarai kru jurnal kampus (17/5) di Aula Magister Ekonomi pada saat Inbond
Berbeda dengan FLS tahun sebelumnya, FLS XI tahun 2013 ini panitia menambahkan agenda tanam pohon bersama di Tahura Sultan Adam Mandiangin sebagai bentuk aksi mahasiswa dalam pelestarian dan penghijauan lingkungan.
Peserta berangkat ke Tahura Sultan Adam Mandiangin dengan menaiki truk, sore Jum’at, kurang lebih pukul 15.35. Dan selama tiga hari hingga Minggu (19/05) akan menjalani pelatihan-pelatihan untuk menjadi pribadi dengan karakter yang lebih tangguh dan survive. (im/nh)
DOWNLOAD BULETIN DINAMIS DIGITAL ED APRIL 2013 FREE
telah terbit edisi digital buletin “dinamis” jurnal kampus.. Monggo di download
KELESUAN DALAM BERORGANISASI, MEMATIKAN JIWA KRITIS MAHASISWA
Organisasi adalah suatu wadah berkumpulnya orang-orang dengan pemikiran sepaham dan kemudian bersama-sama mengorganisasikan diri mereka untuk mencapai tujuan bersama. Organisasi dapat bergerak di bidang sosial, ekonomi, keagamaan, kesenian, dan berbagai bidang lainnya. Organisasi merupakan cerminan bahwa manusia tidak bisa hidup sendiri dan merupakan makhluk sosial yang memerlukan orang lain dalam kehidupannya.
Pada tingkatan perguruan tinggi, mahasiswa sebagai agent of change juga melibatkan diri mereka dalam kegiatan keorganisasian di kalangan kampus. Organisasi mahasiswa yang kita ketahui sekarang terbagi dua yaitu organisasi mahasiswa intrakampus dan organisasi mahasiswa ekstrakampus. Organisasi intrakampus merupakan organisasi kampus yang berdiri di bawah naungan perguruan tinggi dengan pendanaan dari pengelola perguruan tinggi. Sedangkan organisasi ekstrakampus merupakan organisasi di luar naungan perguruan tinggi yang dibentuk oleh sekumpulan mahasiswa yang memiliki persamaan berskala nasional.
Sebagai tujuan utama pendidikan di perguruan tinggi yang menyiapkan mahasiswa sebagai cendekiawan muda dan intelektual penerus bangsa yang kritis maka difasilitasilah kegiatan keorganisasian sebagai wadah bagi mahasiswa mengembangkan kepribadian serta soft skill yang mereka miliki. Kegiatan perkuliahan rutin : belajar-diskusi-praktek dinilai belum mampu mengasah kemampuan mahasiswa lebih peka terhadap lingkungan sekitarnya.
Dalam sejarah perkembangan Indonesia sendiri, organisasi mahasiwa mengambil peranan penting sebagai ujung tombak perubahan. Pada tahun 1908 berdirinya Budi Utomo sebagai perkumpulan cendekiawan muda dengan pemikiran kritis dilanjutkan dengan sumpah pemuda. Kemudian di tahun 1966, mahasiswa yang dikemudian dikenal sebagai angkatan ’66 melengserkan Orde Lama.
Kembali terjadi di tahun 1998 gerakan reformasi dengan mahasiswa sebagai ujung tombaknya menuntut keadilan demi masyarakat dan melengserkan Orde Baru. Begitu kuatnya kekuatan pemikiran kritis mahasiswa. Dapat dikatakan organisasi kampuslah yang menjadikan suasana perkuliahan di lingkungan kampus menjadi lebih hidup. Menjadikan mahasiswa lebih mahasiswa, di mana mahasiswa sesungguhnya adalah seorang agen perubahan yang peduli, peka, tanggap terhadap isu-isu dan masalah di kalangan masyarakat dan melibatkan mereka sendiri dengan terjun ke masyarakat dalam pemecahan hal tersebut.
Bagaimana jadinya jika minat mahasiswa terhadap organisasi kampus berkurang?
Kita tidak dapat menutup mata dengan realita kehidupan organisasi kampus sekarang. Kita tentu pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” yaitu mahasiswa yang hanya datang untuk perkuliahan di dalam kelas saja, tetapi informasi dan update berita terbaru yang tidak berkaitan dengan kuliahnya tidak diperdulikan. Istilah ini sekarang tidak hanya menjadi istilah tetapi telah merebak seperti wabah.
Mahasiswa cenderung kurang berminat mengikuti kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan organisasi-organisasi di kampus. Jangankan untuk terlibat sebagai pengurus, mengikuti kegiatannya saja tidak tertarik. Mereka lebih tertarik mengikuti perkumpulan-perkumpulan tanpa ada ikatan resmi dan mengikat yang memberikan tanggung jawab kepada mereka untuk dipenuhi.
Dari hasil survei yang dilakukan tim jurnal reportase dengan membagikan kuisioner kepada 66 orang mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di Fakultas Ekonomi UNLAM, 74,24% responden hanya sekedar mengetahui nama organisasi tanpa mengetahui kegiatan apa saja yang dilakukan organisasi tersebut, 6,06% bahkan tidak mengetahui tentang organisasi dan kegiatannya. Hanya 19,69% mahasiswa mengetahui organisasi berserta kegiatannya.
Ada beberapa yang hanya mengetahui organisasi kampus dari perkenalan organisasi saat P2B fakultas. Dari angka yang cukup tinggi ini dapat kita tarik kesimpulan bahwa hampir setengah dari mahasiswa tidak terlibat aktif -baik sebagai peserta maupun panitia- dalam kegiatan yang dilaksanakan organisasi di lingkungan kampus. Padahal kegiatan yang dilaksanakan organisasi kampus tujuannya untuk memfasilitasi dan menunjang mahasiswa dalam kegiatan utamanya yaitu perkuliahan.
Sekali lagi ditekankan bahwa “Jangankan untuk terlibat sebagai pengurus, mengikuti kegiatannya saja tidak tertarik.” Mari kita analogikan sebagai “Jangankan berperan aktif dalam tindakan nyata pada permasalahan di masyarakat, perduli saja tidak.”
Mahasiswa boleh saja pandai dalam perkuliahan, diskusi-diskusi di kelas dengan berbagai argumen solusi yang ditawarkannya. Tetapi yang terpenting dari semua pemikiran-pemikiran kritis yang disampaikannya selama perkuliahan adalah perwujudannya menjadi suatu tindakan nyata. Dengan berorganisasi maka membedakan mahasiswa dengan siswa-siswa sekolah dalam hal mengaplikasikan ilmu yang didapatkan. Walaupun mengikuti kegiatan keorganisasian saja sebenarnya belum memaksimalkan peran mahasiswa sebagai agent of change.
Peran tekanan dunia kerja dalam mengubah pola pikir kritis mahasiswa
Ketakutan terbesar seorang mahasiswa adalah ketika ia lulus tetapi tidak mendapatkan pekerjaan. Alih-alih menyandang gelar sarjana dengan bangga justru menyandang gelar pengangguran berdasi. Fokus pikiran mahasiswa adalah bagaimana mendapatkan IPK tinggi kemudian diterima di perusahaan/instansi bonafit. Seringkali dalam sebuah iklan pekerjaan ditekankan bahwa pelamar pekerjaan misalnya memiliki IPK minimal 2,75.
Organisatoris kampus bahkan dosen sudah seringkali mengingatkan bahwa ilmu dan pengetahuan yang didapatkan mahasiswa melalui perkuliahan biasa adalah hard skill. Kemampuan berkomunikasi, bersosialiasi, beradaptasi, berkreasi, dan berinovasi yang notabene adalah soft skill didapatkan melalui pengalaman berorganisasi. Awalnya dalam mencari karyawan memang perusahaan melakukan penyaringan akademis, tetapi ketika memasuki lingkungan pekerjaan soft skill yang berperan lebih besar.
Oleh karena tekanan dan pola pikir inilah mahasiswa begitu mengagung-agungkan IPK. Padahal senyatanya esensi dari IPK itu hanyalah nilai di atas kertas. Ilmu dan kemampuan sebenarnya adalah apa yang ada di kepala masing-masing. Yang seharusnya terjadi adalah dapatkan ilmu sebanyak-banyaknya lalu IPK akan mencerminkan apa yang telah didapatkan, bukan kejarlah IPK setinggi-tingginya dengan cara “apapun” masalah bisa atau tidak bisa urusan belakangan.
Alasan umum mahasiswa tidak melibatkan diri pada organisasi karena mereka tidak bisa melakukan manajemen waktu dengan baik ketika berorganisasi sehingga mengganggu kestabilan IPK. Inilah letak tantangannya. Ketika bermain game dan ingin naik ke level yang lebih tinggi tentu tingkat kesulitan game tersebut meningkat.
Maka demikian pula dalam kehidupan nyata. Ketika mahasiswa ingin mendapatkan kualitas sebenarnya seorang mahasiswa maka ia harus melewati tantangan perkuliahan, salah satunya manajemen waktu. Ketika mahasiswa telah menguasai manajemen waktu, maka kemampuan itu menjadi nilai tambah tersendiri yang nantinya akan menunjang IPK.
Kita tidak mencoba mengatakan bahwa soft skill lebih penting dari hard skill, dan berorganisasi lebih penting daripada menjaga kestabilan IPK. Tetapi mari kita luruskan kesalahan pola pikir kita sebagai mahasiswa bahwa seharusnya soft skill dan hard skill harus seimbang, dan kemampuan berorganisasi akan menunjang nilai IPK. Dengan pemikiran tersebut mahasiswa akan menjadi mahasiswa yang sebenarnya, dimana pekerja\an tidak mencari kita tetapi kita yang dicari pekerjaaan. (im/iky/azn)
Berivestasi di Saham Itu Aman
PT. Valbury Asia Securities menggelar Seminar Pasar Modal. Senin (18/3) bertempat di Aula Magister Ekonomi FE UNLAM, Kegiatan ini merupakan Kerjasama antara FE UNLAM dengan PT. Valbury Asia Securities.
Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2006. Seminar dengan tema “Quick Pick Your Stock: in Just 5 Minute” ini menghadirkan seorang pembicara yang terkenal dan sering muncul di stasiun televisi swasta. Nico Omer Jonckheere, S.E , M.M. yang berdarah kewarganegaraan Belgia. Dalam presentasinya yang berjudul Smart Investing in the Capital Market. Nico mengatakan ,”Di Banjarmasin masih kurang pengetahuan mengenai pasar modal dan peluangnya” . Menurutnya mahasiswa belum terjun ke dunia pasar modal karena masih banyak keperluan yang harus di penuhi sebagai mahasiswa untuk kepentingan kuliahnya.
Pembicara yang sangat fasih berbahasa Indonesia ini mengatakan ada anggapan bahwa bermain saham itu seperti judi. Hal ini di tepis oleh Nico, karena menurutnya kita yang menentukan apakah saham yang akan kita pegang nanti akan menguntungkan. Tidak seperti judi yang bergantung pada keberuntungan semata. ”Berinvestasi di saham itu aman” Ucap Nico lagi. Kita harus punya alasan untuk masuk dan membeli saham dan harus mencari titik masuk agar nantinya saham yang kita beli bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Ayah empat anak ini mengajarkan anaknya untuk menanam saham sejak umur Sembilan tahun.
Menurutnya ada lima hal yang harus di perhatikan jika kita ingin menanam saham diantaranya, pertumbuhan penjualan dan laba bersih dari suatu perusahaan, cashflow yang positif, sedikit hutang, ROE (Return on Equity) yang tinggi, ekspansi dalam biaya marginal. Jika kalian ingin masuk ke dunia pasar modal maka kalian harus mencari titik masuk, dan Mencari titik keluar saat bisa mendapatkan profit yang paling maksima.
Akan tetapi, jika saham mengalami anjlok atau stop loss maka kita harus cepat menarik saham kita keluar ucapnya. (wiw)

Kategori
Archives
Menu Lainnya
Blogroll
- BBC News
- Business 2.0
- Equilibrium-FE UGM
- Forum Airlangga
- Hitam Manis
- HPMI
- Inspirasionline-BSI
- Junaidi-FE UNJA
- KONTAK-UNS
- LPM-Edents
- LPM-Untan
- New Media
- PIPMI
- Prelations
- SUMA-UI
Recent Entries
- COMING SOON – Buletin Dinamis Ed XV
- FEKON LIFE SKILL, Regenerasi Kepemimpinan Organisasi Kampus
- DOWNLOAD BULETIN DINAMIS DIGITAL ED APRIL 2013 FREE
- KELESUAN DALAM BERORGANISASI, MEMATIKAN JIWA KRITIS MAHASISWA
- Berivestasi di Saham Itu Aman
- Debat Pemilu Fakultas Ekonomi Unlam
- FSQ GELAR DISKUSI TENTANG PEREKONOMIAN INDONESIA
- KONGRES HIMIESPA FE UNLAM XIX
- HMJM ADAKAN SEMINAR PS2K
- Membangun Mahasiswa Banua
Recent Comments
- mebel singkawan… in Cek Akreditasi Universitas se-Indon…
- mebel singkawan… in Cek Akreditasi Universitas se-Indon…
- riki in Wajah Unlam Banjarmasin di masa aka…
- abdul in Wajah Unlam Banjarmasin di masa aka…
- Faizin in Jurnal Kampus Mengawali Perubahan
- megame in Situs Alumni Akuntansi Unlam
- eno in Wajah Unlam Banjarmasin di masa aka…
- agung in Tinjauan Kritis Terhadap Ospek Maha…
- human rights in Tinjauan Kritis Terhadap Ospek Maha…
- leo in Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Non…

| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Apr | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | ||
Profil
- Lembaga Pers Mahasiswa Jurnal Kampus (LPM-JK) merupakan salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang ada di Fakutas Ekonomi UNLAM. LPM-JK secara struktural dibawah naungan institusi Fakultas Ekonomi UNLAM. Namun dalam pelaksanaan kegiatannya bersifat idependen
lebih lanjut
Visi Misi
- * Visi LPM JK-FE Unlam>>> Mengakomodasi kebutuhan mahasiswa dalam menyalurkan pemikiran serta mensosialisasikannya kepada mahasiswa dan masyarakat.
* Misi LPM JK-FE Unlam >>> 1. LPM-JK FE Unlam menyalurkan informasi untuk menggambarkan sebuah masalah dan suatu perubahan paradigma kepada civitas akademika FE Unlam serta masyarakat. 2. Menyediakan fasilitas untuk mengembangkan kreatifitas dibidang jurnalistik.
Program Kerja
- >>KEGIATAN RUTIN
1.)Pelatihan Jurnalistik,
2.)Studi Redaksi Media massa,
3.)Diskusi panel Fakultas – mahasiswa,
4.)Penerbitan Tabloid Jurnal Kampus,
5.) Mading Kampus, dan
6.)Forum share JK.>>>>>>>>>>>>
>>KEGIATAN INSIDENTAL
1. )Learn Public Speaking 2010,
2. )Pentas Jurnalistik 2010 (Seminar Pers + Expo),
3. )Kemah Kerja Mahasiswa (partisipasi dengan BEM),
4.) Holday with JK, dan
5. )Musyawarah Anggota.
Proker Selengkapnya
Kepengurusan
- * Periode 2005-2006
* Periode 2007-2008
* Periode 2008-2009
* Periode 2009-2010
* Periode 2010-2011
* Periode 2011-2012
* Periode 2012-2013
* Periode 2013-2014
(Klik Untuk Melihat)
Pendaftaran
- Ingin bergabung?? Lihat persyaratan dan formulir pendaftaran
di sini





