Pengalaman adalah harta karun. Itulah kata yang cocok untuk sebuah kemajuan yang berarti buat kita. Organisasi (baca; Jurnal Kampus) ini sudah pada masa pergantian periode terbaru. Alangkah baiknya di periode ini, saya akan membagikan secercah pengalaman yang mungkin ini berguna buat adik- adik dalam menjalankan roda organisasi ini selama dalam satu periode.
Yang pertama, mungkin ini bagian terpenting dan program inti dari LPM – Jurnal Kampus, yakni PENERBITAN TABLOID. Ada hal- hal yang perlu juga adik- adik persiapkan di sini.
- Kreatifitas mengasah suatu rubric adalah hal yang sangat mengasyikkan. Kita bisa menentukan rubric yang kita jadikan wahana pembelajar buat si yang baca. Bahkan rubric bisa menentukan penghasilan yang kita dapatkan dari sebuah tabloid. Misalnya mengangkat rubric tentang ekonomi lokal, lalu kalian wawancarai si Gubernur dan pejabat- pejabat lainnya. Selain kalian dapat pengalaman, kalian juga akan mendapat hadiah yang tidak kalian sangka-sangka dari si narasumber. Kalian juga bisa memanfaatkan momen ini untuk mengajukan proposal. Persentasi mendapatkan dana besar sangat memungkinkan.
- Rapat redaksi. Ini sebenarnya adalah pertaruhan emosional antar pengurus. Melatih kekompakkan, kekeluargaan , dan juga penyatuan persepsi. Terkadang benturan perbedaan adalah hal biasa pada rapat redaksi. Rapat redaksi memang harus sering dilakukan untuk pemantapan hasil tulisan yang sudah dikerjakan sesuai dengan pembagian tugas.
- Mulailah bergerak seusai misi yang sudah direncanakan di rapat redaksi. Kumpulkan tulisan yang sudah selesai dirampungkan. Setelah dikumpulkan, Rusdi yang notabene adalah Kabid Produksi adalah Tokoh Jurnal kampus yang piawai dalam proses editor, di sini dia cocok dijadikan redaktur. Memilah dan mengedit berita saya percaya dia bisa. Atau dirasa keberatan, kalian bisa saja minta bantuan ke alumni JK.
- Pencarian Dana Penerbitan. Dana adalah tulang punggung dari kegiatan organisasi itu sendiri. Maka jangan sampai pengurus meremehkan hal ini. Bahkan semua perencanaan keredaksian luluh lantah tidak bisa berbuat apa- apa, atau berdiam di tempat manakala dana tidak optimal. Konsistensi penerbitan tabloid pun tergadaikan jika dana tidak cukup untuk membawanya ke percetakan. Saya akan berbagi trik yang mungkin bisa adik-adik terapkan :
- Daftarkan target sponsor yang mau diajukan . caranya kalian berkeliling saja di Banjarmasin, lihat perusahaan – perusahaan di pinggir jalan, toleh kanan dan kiri, prospeknya yang sekiranya perusahaan ini benar- benar mapan. catat nama lengkap perusahaan beserta alamatnya. Saya yakin di Banjarmasin punya lebih ratusan perusahaan yang mapan. Tinggal daftar dan daftarkan di buku jaringan itu.
- Ciptakan jaringan. Banyak tidaknya jaringan sponsor tergantung dari besar kecilnya usaha kita untuk mendekati mereka. Kalau kita takut, malu, dan menyerah, maka itu adalah senjata pemusnah kita untuk mendapatkan relasi. Ingat, jaringan menentukan besar kecilnya kita mendapatkan dana.
- Buat proposal semenarik dan seunik mungkin. Saya pernah bertemu dengan pimpinan Bank Kalsel, apa katanya? “Inilah kesalahan mahasiswa, proposal kebanyakan yang kaya itu itu aja bentuknya, kalau tidak dijilid lakban, pakai spiral, itu sih sudah biasa , ingat ya, kami bisa melihat keseriusan kalian menggarap kegiatan dari segi tampilan proposal”. Masukan dari Pimpinan Bank Kalsel itu sebenarnya pemacu agar membuat proposal mesti dengan tampilan yang elegan, seperti jilid ala skripsi atau proposal tampilan bentuk buku.
- Masukan proposal beserta surat pengantar proposal ke target perusahaan, jangan lupa juga memasukkan sampel tabloid di dalamnya.
- Ajukan proposal jauh- jauh hari sebelumnya, misalnya kita terbit 2 bulan sekali. Minimal kita memasukkannya paling lambat 1 bulan sebelum di cetak.
- Tunggu masa konfirmasi. Kuncinya sabar dan berjiwa besar, artinya diterima atau ditolak itu adalah hal yang lumrah.
Setelah ini, ada 3 hal lagi yang kalian lakukan :
- Kalau dana di kas sudah tebal untuk alokasi tabloid, maka ketika tulisan sudah dikumpulkan dan diedit, hal yang dilakukan adalah menyerahkannya kepada si lay out. Kalau misalnya di kubu organisasi belum ada yang paiawai, maka tidak ada salahnya kita mengupahkan ke Media Kalimantan dengan nama Ayatullah atau bisa juga ke ka Bayu. Kisaran jasa buat lay out tabloid kepada mereka kisaran 200.000- 300.000 rupiah. Setelah selasai, tentukan foto apa yang jadi cover di halaman satu, komunikasikan ke mereka seperti apa cover tabloidnya.
- Kirim bahan yang sudah di lay out ke percetakan. Untuk di Banjarmasin, percetakan tabloid dengan kertas yang berkualitas, yakni di Garfika Wangi, Liang Anggang. Percetakan dengan jumlah 500 eksemplar tabloid JK dengan 24 halaman, harganya Rp 3000.000,-. Masa cetak terhitung paling lama 10 hari.
- setelah tabloid cetak, tinggal kesepakatan kalian, apa tabloid ini mau di jual atau hanya dibagikan gratis ke kalangan civitas akademika.
Mungkin ini saja dulu pengalaman yang bisa saya berikan terkait penerbitan tabloid. Kalau ada waktu dan saya masih rajin- rajinnya, saya akan sharing lagi terkait bagaimana mengelola suatu kegiatan , mulai dari kegiatan diklat jurnalistik, studi redaksi, sampai pada kegiatan pentas pers mahasiswa dalam lingkup Nasional. Selamat beraktivitas dan salam sukses selalu. HIDUP MAHASISWA !! HIDUP JURNAL KAMPUS FE UNLAM!!



