Dalam kepengurusan baru di tahun 2011, Jurnal Kampus bermetamorfosis. Orang-orang baru di belakang layar.
Sebagai anggota pengurus baru yang memikul tongkat estafet Jurnal Kampus, kali ini saya berkesempatan menulis sedikit kesan untuk dipublikasi ke khalayak. Karena ingin memanfaatkan momentum yang ada, selagi perubahan pengurus baru terjadi beberapa hari belakangan.
Sangat cepat terasa – mungkin kata yang tepat -, ketika saya baru menyelesaikan semester pertama, dan mendapat tempat inti kepengurusan UKM di Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat. Agak aneh memang, tapi ini yang sangat saya harapkan. Berkecimpung dalam dunia Jurnalistik.
Walaupun UKM yang ada di Fakultas ini hanya sedikit, berbeda dengan Universitas lain-terutama di Jawa, yang memiliki belasan bahkan puluhan UKM yang beranekaragam. Ada nilai tambah unit kegiatan mahasiswa di fakultas ini, yaitu yang saya tahu tidak membeda-bedakan jender dan sangat demokratis serta ikatan “keluarga” yang sangat erat.
Jurnal Kampus yang memiliki embel-embel Jurnalistik, bukan hanya tujuan saya masuk UKM ini, tapi lebih ingin mencari ilmu yang lebih. Karena bisa saja saya memilih fokus di perkuliahan tanpa menoleh sedikitpun pada Jurnal Kampus. Tapi intuisi saya menggerakkan saya masuk dan meninggalkan organisasi lain di fakultas ini. Entah benar atau salah. Tak tertulis dalam proposal hidup saya…
“Gantunglah mimpimu setinggi-tingginya, agar bila engkau jatuh nanti, kau masih jatuh diantara bintang-bintang″ – Ir. Soekarno



