Di Banjarmasin, mungkin seringkali kita mendengar  alunan musik yang disetel oleh para penjaja es krim. Musiknya pun sangat khas. Anak  kecil yang mendengarnya pun pasti tahu bahwa musik yang dia dengar itu  adalah alunan musik es krim, apalagi kalau bukan Walls. Lantaran selain di jalanan, alunan musik ini juga sering diperdengarkan di Televisi dan juga radio.

Hal-hal tersebut menggambarkan bahwa musik dapat menjadi elemen untuk mengomunikasikan sebuah brand di benak konsumen. Musik tersebut yang kemudian kita kenal sebagai audible branding.

Brand dan musik barangkali dua komponen yang saling menguatkan satu sama lain. Ini tentunya didukung dengan komposisi musik yang menarik. Hal serupa juga terjadi pada brand-brand ternama di Indonesia, yaitu KFC dengan kampanye musiknya, yaitu “KFC Music Hit List” yang merangkul penyanyi solo maupun grup band lokal sebagai penggerak promosi yang diluncurkan pihak KFC.

Dalam dunia pemasaran, Strategi komunikasi yang benar-benar berhasil membutuhkan sebuah konsep branding yang kuat. Menurut Daniel Surya, Chairman South East Asia dmIDHOLLAND, manyatakan bahwa Konsep branding yang kuat akan lebih menimbulkan dampak hebat di mata konsumen. “Hal itu dengan sendirinya akan menimbulkan diferensiasi yang membuat brand tersebut lebih stand out”, ujarnya.