<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>:: LEMBAGA PERS MAHASISWA JURNAL KAMPUS - FE UNLAM ::</title>
	<atom:link href="http://www.jurnalkampus.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.jurnalkampus.org</link>
	<description>Jl. Brigjend Hasan Basri Fakultas Ekonomi UNLAM Banjarmasin. Telp (0511) 3305116 (ext) 124</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Sep 2010 15:30:49 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>P2B (PROGRAM PERSIAPAN BELAJAR) DI FAKULTAS EKONOMI UNLAM     ”MENGENALKAN ETIKA KAMPUS”</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/p2b-program-persiapan-belajar-di-fakultas-ekonomi-unlam-%e2%80%9dmengenalkan-etika-kampus%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/p2b-program-persiapan-belajar-di-fakultas-ekonomi-unlam-%e2%80%9dmengenalkan-etika-kampus%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 15:15:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[.Info Kampus FE UNLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=873</guid>
		<description><![CDATA[
Pada tanggal 30 dan 31 (senin dan selasa) september merupakan hari yang menegangkan dan melelahkan bagi mahasiswa baru 2010, apalagi saat bulan puasa. Namun tak menghalangi mereka untuk mengikuti kegiatan ini. Mulai tanggal 28 september, mereka sudah mendapatkan pengarahan dari panitia P2B Fakultas Ekonomi Unlam.

Acara ini serentak dilakukan oleh semua fakultas yang ada di unlam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/09/SDC13073.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-875" title="SDC13073" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/09/SDC13073-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><strong>P</strong>ada tanggal 30 dan 31 (senin dan selasa) september merupakan hari yang menegangkan dan melelahkan bagi mahasiswa baru 2010, apalagi saat bulan puasa. Namun tak menghalangi mereka untuk mengikuti kegiatan ini. Mulai tanggal 28 september, mereka sudah mendapatkan pengarahan dari panitia P2B Fakultas Ekonomi Unlam.</p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/09/SDC13074.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-874" title="SDC13074" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/09/SDC13074-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Acara ini serentak dilakukan oleh semua fakultas yang ada di unlam di banjarmasin maupun di banjarbaru. ”Di fakultas ekonomi mahasiswa yang mengikuti acara ini berjumlah sekitar 400-an”. Ujar pak Saleh selaku PD3.</p>
<p>Tujuan dari pelaksanaan P2B ini adalah untuk mengenalkan bagaimana etika mahasiswa terhadap dosen, karyawan, maupun sesama teman sendiri. ”Saya menginginkan etika ini harus dipahami oleh mahasiswa baru”. Pintanya.</p>
<p>Di harapkan mahasiswa baru 2010 ini dapat beradaptasi di kampus biru ini. Selamat datang mahasiswa baru 2010 di fakultas ekonomi unlam. Jadilah tonggak perubahan Bangsa di masa depan. Hidup Mahasiswa !</p>
<p><strong>*by JK- Elhami</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/p2b-program-persiapan-belajar-di-fakultas-ekonomi-unlam-%e2%80%9dmengenalkan-etika-kampus%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEMU ILMIAH &amp; PENELITIAN NASIONAL 2010</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Jul 2010 14:05:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=870</guid>
		<description><![CDATA[Bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat.
Waktu dari tanggal 26 Juli s/d 31 Juli 2010.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM FE UNLAM bekerjasama dengan ISMEI (Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia).


]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat.</p>
<p>Waktu dari tanggal 26 Juli s/d 31 Juli 2010.</p>
<p>Kegiatan ini diselenggarakan oleh BEM FE UNLAM bekerjasama dengan ISMEI (Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia).</p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12262.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-868" title="SDC12262" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12262-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12216/' title='SDC12216'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12216-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12216" /></a>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12229/' title='SDC12229'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12229-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12229" /></a>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12230/' title='SDC12230'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12230-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12230" /></a>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12231/' title='SDC12231'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12231-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12231" /></a>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12253/' title='SDC12253'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12253-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12253" /></a>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12262/' title='SDC12262'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12262-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12262" /></a>
<a href='http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/sdc12290/' title='SDC12290'><img width="150" height="150" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12290-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="SDC12290" /></a>
<br />
<a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12290.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-869" title="SDC12290" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC12290-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/temu-ilmiah-penelitian-nasional-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Non Reguler TA 2010-2011</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/penerimaan-mahasiswa-baru-jalur-non-reguler-ta-2010-2011/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/penerimaan-mahasiswa-baru-jalur-non-reguler-ta-2010-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 05:15:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=841</guid>
		<description><![CDATA[Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat berdiri sejak tahun 1958 dan sekarang telah memilki 2 (dua) Program Studi Diploma III (Akuntansi dan Perpajakan), 3 (tiga) Program Studi S1, 2 (dua) program Studi S1 Non Reguler, 2 (dua) Program Studi S2, Program S3 Ilmu Ekonomi, Pendidikan Profesi Akuntansi.

Program S1 Ekstensi diselenggarakan dengan surat keputusan Dirjen Perguruan Tinggi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat berdiri sejak tahun 1958 dan sekarang telah memilki 2 (dua) Program Studi Diploma III (Akuntansi dan Perpajakan), 3 (tiga) Program Studi S1, 2 (dua) program Studi S1 Non Reguler, 2 (dua) Program Studi S2, Program S3 Ilmu Ekonomi, Pendidikan Profesi Akuntansi.</p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC117261.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-843" title="SDC11726" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/SDC117261-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Program S1 Ekstensi diselenggarakan dengan surat keputusan Dirjen Perguruan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Nomor : 199/DIKTI/Kep/1996 tanggal 24 Juni 1996 dengan :</p>
<ul>
<li>Gelar SE</li>
<li>Status Negeri</li>
<li>Tempat Kuliah Kampus Fakultas Ekonomi UNLAM</li>
<li>Pengajar Dosen Tetap FE UNLAM</li>
<li>Sistem SKS dengan Beban Stuydi 144 SKS</li>
<li>Fasilitas sama dengan Fasilitas Program S1 Reguler</li>
</ul>
<p>Pada tahun ajaran 2010/2011 ini kembali membuka penerimaan mahasiswa baru dan mahasiswa pindahan  /alih jenjang dengan waktu pendafatar mulai tanggal 21 Juni 2010 s/d 26 Agustus 2010</p>
<p><strong>Penerimaan Gelombang  1</strong></p>
<ul>
<li>Pendaftaran tanggal 21 Juni 2010 &#8211; 21 Juli 2010</li>
<li>Tes Masuk (tertulis) tanggal 24 Juli 2010</li>
<li>Hasil tes diumumkan tanggal 28 Juli 2010</li>
<li>Tes Kesehatan bagi calon mahasiswa yang lulus tes masuk tanggal 29 Juli 2010 &#8211; 31 Juli 2010</li>
<li>Daftar Ulang peserta yang lulus tanggal 30 Juli 2010 &#8211; 5 Agustus 2010</li>
</ul>
<p><strong>Penerimaan Gelombang 2</strong></p>
<ul>
<li>Pendaftaran tanggal 26 Juli 2010 &#8211; 26 Agustus 2010</li>
<li>Tes Masuk (tertulis) tanggal 28 Agustusi 2010</li>
<li>Hasil tes diumumkan tanggal 31 Agustus 2010</li>
<li>Tes Kesehatan bagi calon mahasiswa yang lulus tes masuk tanggal 1 September 2010 &#8211; 3 September 2010</li>
<li>Daftar Ulang peserta yang lulus tanggal 2 September 2010 &#8211; 4 September 2010</li>
</ul>
<p><strong>Syarat Pendaftaran</strong></p>
<ul>
<li>Formulir pendaftaran yang sudah diisi</li>
<li>Fotocopy ijazah SLTA/MAN/SMK (berlegalisir)</li>
<li>Bagi mahasiswa pindahan menyerahkan Surat Keterangan Pindah Kuliah (asli) dan Fotocopy Transkrip Nilia (berlegalisir)</li>
<li>Bagi mahasiswa alih jenjang menyerahkanfotocopy ijazah Perguruan Tinggi Asal dan Transkrip Nilai (berlegalisir)</li>
<li>Menyerahkan 4 buah pas foto 3&#215;4 terbaru</li>
<li>Uang pendaftaran Rp. 275.000 bagi lulusan SLTA dan Rp. 375.000 bagi Mahasiswa Pindahan / Alih jenjang</li>
</ul>
<p><strong>Tempat Pendaftaran</strong></p>
<p>Sekretariat Program S1 Ekstensi (Non Reguler) Fakultas Ekonomi UNLAM Jalan Brigjend H. Hasan Basry pada Setiap hari kerja jam : 08.00 s/d 18.00 WITA. Telp (0511) 3305676</p>
<p><em>Contact Person</em> : Akhid ( 0813 48275874 ) ; Chairul ( 0819 5143732 )</p>
<p><strong>Biaya Pendidikan</strong></p>
<ul>
<li>Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) per Semester Rp. 1.750.000</li>
<li>Sumbangan Pengembangan Fasilitas Minimal sebesar Rp. 2.750.000</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/penerimaan-mahasiswa-baru-jalur-non-reguler-ta-2010-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SMS Gado-gado</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/sms-gado-gado/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/sms-gado-gado/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jul 2010 07:16:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Unik]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=836</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ga kalian dapat sms dari teman yang isinya campur aduk, ada huruf besar, huruf kecil, huruf besar lagi terus diganti sama angka-angka, pokoknya seperti gado-gado lah seperti di bawah ini:

Mungkin sms seperti gambar di atas sangat sering digunakan oleh anak-anak muda, atau jangan-jangan kalian termasuk orang yang menulis sms kayak gitu..! hehe.  Sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah ga kalian dapat sms dari teman yang isinya campur aduk, ada huruf besar, huruf kecil, huruf besar lagi terus diganti sama angka-angka, pokoknya seperti gado-gado lah seperti di bawah ini:</p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/sms.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-837" title="sms" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/07/sms-300x244.png" alt="" width="300" height="244" /></a></p>
<p>Mungkin sms seperti gambar di atas sangat sering digunakan oleh anak-anak muda, atau jangan-jangan kalian termasuk orang yang menulis sms kayak gitu..! hehe.  Sebenarnya apa sih alasan seseorang menulis sms penuh dengan variasi seperti itu. Pengin lebih gaul, keren, atau malah supaya penerima sms berfikir dua kali untuk membaca sms yang dikirim.</p>
<p>Terus bagaimana pendapat teman-teman tentang orang-orang yang menulis sms gado-gado tersebut…? Yuk kita simak pendapat dari teman-teman yang sudah ikut berpartisipasi dalam diskusi maya kemarin.</p>
<p>Pertanyaan: Apa pendapat teman-teman tentang orang-orang yang menulis sms KaYak gInI atau k4y4k 9iN1…?</p>
<p>Beberapa respon dari teman-teman:</p>
<p><strong>Rossi, FE Unlam</strong><br />
+628134970XXXX<br />
<em>“Perlu diajari penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar,, hehe.</em></p>
<p><strong>Aris, FE Unlam</strong><br />
+628592166XXXX<br />
<em>“No komen, hehe.”</em></p>
<p><strong>Yarnie, FE Unlam</strong><br />
+628524831XXXX<br />
<em>“Orang yang smsnya kayak gitu biasanya handphonenya yang murah dan bukan type QWERT.”</em></p>
<p><strong>Norma, STIMK Indonesia</strong><br />
miss_violet88@yahoo.com<br />
+628525180XXXX<br />
<em>“Menurut aku low menulis pake angka sich sah-sah aza dalam sebuah kalimat, tapi bagi sebagian orang itu kurang wajar dan tak memenuhi aturan dalam berbahasa Indonesia.”</em></p>
<p><strong>Etty, PGSD Unlam</strong><br />
+628524873XXXX<br />
<em>“Mungkin itu gak sesuai dengan kaidah ejaan Bahasa Indonesia yang benar ya, dari tulisan abjadnya saja salah, kalimat yang digunakan juga salah. Orang menggunakan tu hanya sekedar basa-basi sms doank, hanya sekedar variasi semat… kebanyakan orang menggunakan seperti itu hanya kepada teman sebaya saja, kepada orang yang lebih tua mungkin kata-kata tulisan yang lebih sopan.”</em></p>
<p><strong><em>Helda, SMK Negeri 1 Kandangan</em></strong><br />
+628575149XXXX<br />
<em>“Menurut pendapat saya, sms yang menggunakan variasi sebaiknya ga’ usah, kenapa? Selain ribet juga susah dimengerti, sehingga akan membuat sang pembaca pesan menjadi miss understanding, mungkin orang menggunakan gayasms gitu karena pengin dianggap gaul, gaya, dll, tapi paling ga kita harus menggunakan bahasa or kata yang mudah dimengerti orang lain, sehingga tidak merugikan pihak pembaca.”</em></p>
<p>Ternyata banyak juga yang tidak setuju dengan sms gado-gado. Benar juga sih, apa untungnya menulis pesan yang sulit dimengerti oleh penerima pesan. Padahal salah satu syarat pesan yang baik itu adalah mudah dipahami oleh pembaca.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/sms-gado-gado/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tanda orang berbakat kaya</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/tanda-orang-berbakat-kaya/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/tanda-orang-berbakat-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jun 2010 02:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kesatria senja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips & Trik]]></category>
		<category><![CDATA[duit]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=833</guid>
		<description><![CDATA[1. Berpikir seperti layaknya orang kaya : Orang yang berbakat kaya  selalu belajar berpikir dan bertindak layaknya orang kaya.
2. Tidak berpikir konsumtif :Orang yang berbakat kaya akan selalu  berpikir tentang apa yang mereka akan lakukan dengan uang agar dapat  berlipat ganda.
3. Pintar mengelola arus kas : Selalu menghitung banyak rupiah yang  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://u.kaskus.us/4/xzr8a7j2.jpg" alt="" width="300" height="300" />1. Berpikir seperti layaknya orang kaya : Orang yang berbakat kaya  selalu belajar berpikir dan bertindak layaknya orang kaya.</p>
<p>2. Tidak berpikir konsumtif :Orang yang berbakat kaya akan selalu  berpikir tentang apa yang mereka akan lakukan dengan uang agar dapat  berlipat ganda.</p>
<p>3. Pintar mengelola arus kas : Selalu menghitung banyak rupiah yang  tersisa setelah dikurangi kebutuhan hidup yamng sifatnya mendasar.</p>
<p>4. Mampu membedakan aset dan liabilitas : Mereka selalu memikirkan  apakah aset2 itu menghasilkan arus kas masuk atau justru keluar.</p>
<p>5.Selalu membangun intengible aset (aset non fisik ):yaitu selalu  menjaga hubungan dengan relasi, teman, , jaringan, kepercayaan, cara  berpikir, visi, pemikiran, keyakinan, dan otokritik.</p>
<p>6. Bekerja untuk belajar, bukan demi uang : Mereka bekerja untuk orng  lain sebenarnya untuk mempelajari sesuatu, biasanya mereka memepelajari  sistem bisnis, bagaimana aliran uang, cara membangun jaringan relasi,  dll.</p>
<p>7. Sangat percaya diri : Mereka percaya akan kemampuan yg dimilikinya  untuk mendapatkan kekayaan.</p>
<p>8. Mengenali dirinyya dengan baik : Mereka paham potensi, potensi,  kelemahan, serta karakter-karakter spesifik yang dia miliki.</p>
<p>9. Memandang uang sebagai organisme : Merka menanam uang dilahan yg  tepat, memeliharanya, membersihkan hamanya, dan disaat yang tepat  memetik hasilnya.</p>
<p>10. Tak pernah mengeluh, merasa miskin dan kekurangan</p>
<p>11. Siap mental untuk menjadi kaya<span id="more-833"></span></p>
<p>12. sangat mampu mengendalikan diri : Orang2 yang super kaya selalu  menampakan mimik yang standar, senym yang bijak,dan tampaknya, well  semuanya terkendali, walaupaun pasar pada saat itu sedang pora-poranda.  Orang kaya sangat mampu mengendalikan diri agar sikapnya tidak dapat  dibaca oelh publik.</p>
<p>13. Memahami logika ” Take n Give ” :Orang kaya sangat paham dengan  pameo ” There’s no free lunch “tak ada sesuatu yang gratis.</p>
<p>14. Berorientasi pada proses : si kaya memikirkan nilai guna yang  seperti apa untuk mendapatkan uang banyak.</p>
<p>15. Mencintai perannya : orng kaya biasanya mencintai perannya dalam  kehidupan bisnis dan sosial.</p>
<p>16. Mempercayai prinsip reltivitas uang : Orang2 kaya telah melatih  dirinya untuk tidak terkejut melihat price list atu penawaran2 apapun.  semuanya kembali pada apa yang bisa didapatkan dari pengeluaran  tersebut.</p>
<p>17. Memhami konsep : Time value of money” : nilai lebih untuk masa depan</p>
<p>18. Tak ingin bersusah payah : Jangan salah orang yang tak ingin  bersusah payah bukan berarti ia malas. Kalau dia berpikir dan terus  berpikie untuk menemukan sistem dan cara bekerja yang efektif dan  efisien untuk mendapatkan hasil yg lebih baik, maka mereka memiliki  bakat untuk menjadi kaya.</p>
<p>19. kreatif : merupakan bagian terpenting dri bakat menjadi kaya. Orang  kaya selalu kreatif dalam menemukan cara2 baru dalam berbisnis.</p>
<p>20 Menghargai gagasan yang beroroientasi pada tindakan : Orang kaya bisa  memilih ide yang menarik yg hanya sebatas ide dan yang bisa  menghasilkan uang.</p>
<p>21. Open mind : Orang2 berbaka kaya sangat yakin tak ada sesuatu yang  tak mungkin terjadi. mereka terus bermimpidi dan yakin mimpinya suatu  saat dapat terwujud.</p>
<p>22. Mampu menilai karakter orang lain : Orang2 kaya sellau memilih staf  atau karyawan yg sesuai dengan karakter dirinya.</p>
<p>23. Waspada terhadap pujian : pujian bisa membuat terlena dan lupa diri,  orang kaya lebih terbuka menerima kritik.</p>
<p>24. Terbuka menerima kritik : orang kaya telah berlatih untuk menerima  kritik stajam apapun.</p>
<p>25. Mampu memahami berbagai bntuk uang : bagi orng kaya pengertian uang  sangatlah luas</p>
<p>26. mampu menggunakan Sumber daya orng lain : orang kaya menggunakan  waktu dan tenaga orng lain bahkan uang orng lain untuk memperkaya  dirinya.</p>
<p>27. Tak pernah merasa puas : ketidak puasan bukan dilihat dari banyaknya  uang yang telah dimiliki, tetapi cara kerja dan cara 2 bisnis yg telah  di sempurnakan.</p>
<p>28. mampu mendeteksi kemana uang mengalir : mereka memahami kemana uang  mengalir</p>
<p>29. Memahami nilai guna yang tersembunyi : orang kaya memiliki sense  yang tajam terhadap berbagai macam peluang bisnis.</p>
<p>30. memikirkan hal terburuk, tetapi tidak takut karenanya : Orang kaya  salalu mendahului pemikirannya dari hal yag terburuk.</p>
<p>31. memiliki alasan kuat untuk setiap pengeluarannya</p>
<p>32. Menciptakan uang, bukan mencari uang : orang berbakat kaya selalu  berpikir saluran pipa kekayaan.</p>
<p>33. Tahu persis bagaimana uangny bekerja</p>
<p>34. Fokus dan spesifik : mereka tidak mau kehilangan fokus pada wilayah  dimana mereka memiliki kompetensi inti.</p>
<p>35. Percaya bahwa uang tiak tumbuh dipohon : mereke berpikir uang dan  kekayaan hanyalah konsekuensi dari gagasan dan tindakan anda.</p>
<p>36. Tidak percaya ” abnormal Return ” : Tidak satupun instrumen  investasi yg bebas resiko.</p>
<p>37. Mampu membedakan lemak dan memangkas otot : Mereka hanya membuak  lemaknya, yaitu sesuatu yang membuat bisnis menjadi tidak fleksibel,  terlalu birokratis dan tidak responsif terhadap perubahan.</p>
<p>38. Cerdas secara finansial dan numerik</p>
<p>39. Lebih suka berbelanja secar tunai</p>
<p>40. tidak pernah mau mengunakan kartu kredit apalagi minta kenaikan  plafon kartu kredit</p>
<p>41. Tidak bisa dirayu iklan konsumtif</p>
<p>42. Menggunakan setiap aktivitas konsumsi sebagai sarana pembelajaran</p>
<p>43. selalu berpegang pada azas uilitas dalam berkonsumsi</p>
<p>44. Mencari daya ungkit : orang2 berbakat kaya selalu mencari daya  ungkit untuk menaikan nilai aset</p>
<p>45. Peka terhadap detail : Orang2 berbakat kaya biasanya gampang  memahami gambaran umum suatu persoalan.</p>
<p>46. Menghargai waktu</p>
<p>47. Mampu menghitung “opprtunity cost ( biaya semu ) ” : muncul sebagai  konekuensii logis ketika kita mengambil suatu pilihan dan mengorbankan  pilihan lain, tetapi orang berbakat kaya mampu menghitung opprtunity  cost sehingga mereka bisa menentukan secara tepat pilihannya yg  disisuaikan dengan tujuan awal.</p>
<p>48. Berani gagal</p>
<p>49. Skeptis menghadapi smua proposal</p>
<p>50. Disiplin terhadap anggaran</p>
<p>51. Mampu membedakan Needs dan wants :</p>
<p>52. membiarkan pihak lawan menawar terlebih dahulu</p>
<p>53. Bisa melihat potensi terpendam dari segsala sesuatu</p>
<p>54. Menginvestasikan uang dan waktu secara aktif</p>
<p>55. Tak suka menabung : Orang kaya tidak menabung dengan tujuan  mengumpulkan ” sedikit2 demi sedikit lama2 menjadi bukit”. kalupun punya  tabungan, mootifnya adalah penyimpanan sajja, bukan untuk mendapatkan  hasil. Mereka pasti menanamkan uangnya kedalam instrumen2 yang bisa  memberi return secara cepat. Investasi tidak dikenai pajak, kecuali  apabila investor menginginkan profit taking. namun, bunga tabungan  selalu dipangkas pajak, tidak peduli apakah pemilik tabungan akan  memakai uangnya atau tidak.</p>
<p>56. memeliki kepekaan terhadap bunga majemuk</p>
<p>57. mampu menghitung nilai nominal dari segala sesuatu</p>
<p>58. Tidak pernah mencintai aaset secara tidak rasional : orang2 kaya  tidak pernah mencintai asetnya secara berlebihan, sehingga menggappnya  tidak bisa dinilai dengan uang.</p>
<p>59. Tidak pernah mengeluhkan modal yang kecil</p>
<p>60. Stabil secara emosional</p>
<p>61. Bisa memahami kebutuhan dan keinginan orang lain</p>
<p>62. Proporsional dalam mengambil resiko : orng kaya sellau mengukur  resiko dan keuntungan, kkarena keduanya berbanding lurus.</p>
<p>63. Punya nyali dan berani kehilangan uang</p>
<p>64. bersikap obyektif dan rasional</p>
<p>65. Memegang asas profesionalisme : Orang2 kaya tidak mencampuraduk  hubungan profesional dan pertemanan.</p>
<p>66. memiliki kemampuan kordinasi</p>
<p>67. Tidak takut utang</p>
<p>68.mampu menjadi penilai aset yang handal</p>
<p>69. memahami rir=tme dan timing :</p>
<p>70. Selalu tertarik pada cara kerja suatu alat atau sistem</p>
<p>71. menghindari bekerja dengan penghasilan tetap</p>
<p>72. menghindari utang budi</p>
<p>73. Jago menkomunikasikan gagasan bisnis</p>
<p>74. Bekerja bukan berdasarkan hasil jangka pendek</p>
<p>75. Mewaspadai kebiasaan buruk</p>
<p>76. meyukai perubahan</p>
<p>77. mempunyai sense terhadap keseimbangan uang dan barang</p>
<p>78. mampu menemukan substansi :merka selalu merujuk pada poin pentingnya  pada saat membeli sesuatu, sperti pada saan membeli bor misalnya,  mereka membeli bor berorientasi pada tujuannya yakni untuk membuat  lubang.</p>
<p>79. berpikir dari berbagai sudut pandang</p>
<p>80. respek terhadap orang2 sukses</p>
<p>81. Lihai dalam permainan ego</p>
<p>82. Berwatak simple dan praktis</p>
<p>83. menganggap krisis sebagai peluang</p>
<p>84. Mampu memahami kebutuhan orang lain merupakan salah satu kunci  sukses bisnis</p>
<p>85. Bisa berpikir seperti orng awam</p>
<p>86. mempercayai kekuatan pikiran</p>
<p>87. Memahami kegagalan dari sudut pandang lain dan merubahnya menjadi  sesuatu pembelajaran yang dpt merubah mnjadi kemajuan usahanya</p>
<p>88.. Tidak menganalkan belas kasihan</p>
<p>89. mampu menghitung cepat</p>
<p>90. Memiliki skala prioritas dalam pengeluaran</p>
<p>91. Mampu mengenali pola : selalu berusaha memahami pola yang berlaku  dan cara kerja segala sesuatu.</p>
<p>92. Peka terhadap kualitas</p>
<p>93. berorientasi pada ” value for money ” : setiap sen uang yang keluar  harus memiliki alasan yang kuat.</p>
<p>94. Mengerti kekuatan informasi</p>
<p>95. bukan persentasenya, tapi nominalnya</p>
<p>96. selalu mengikui perkembangan terbaru</p>
<p>97. mencatat segala transaksi keuangan</p>
<p>98. Mampu mengukur peluang dan probabilitas</p>
<p>99. Membiarkan setiap transaksi beridi sendiri.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/tanda-orang-berbakat-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Kepribadianmu</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/kenali-kepribadianmu/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/kenali-kepribadianmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 23:48:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rusdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=831</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia memiliki pribadi yang berbeda-beda. Ada yang begini, ada yang begitu, pokoknya macam-macam deh . Nah, di sini saya akan posting 9 tipe kepribadian manusia. biar kamu-kamu tahu termasuk pribadi manakah kamu?
Tipe pekerja, yaitu kepribadian  orang yang selalu mengajar keesempurnaan hidup. Pribadi dengan tipe ini biasanya memperhatikan segala sesuatu secara mendetail. Orang initidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style=";font-family:verdana;font-size:130%;"  >Setiap manusia memiliki pribadi yang berbeda-beda. Ada yang begini, ada yang begitu, pokoknya macam-macam deh <img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/4.gif" border="0" />. Nah, di sini saya akan posting 9 tipe kepribadian manusia. biar kamu-kamu tahu termasuk pribadi manakah kamu?</p>
<p><img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/100.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe pekerja</span>, yaitu kepribadian  orang yang selalu mengajar keesempurnaan hidup. Pribadi dengan tipe ini biasanya memperhatikan segala sesuatu secara mendetail. Orang initidak mudah menyerah, walaupun harus menanggung beban sangat berat. Namun, karena ia menuntut setiap orang juga seperti dirinya, sehingga cenderung mencari-cari kesalahan orang lain. Pada waktu berada di kantor ia amat sensitif terhadap berbagai kesalahan atau perlakuan tidak adil dari kolega atau atasannya. Untuk membebaskan diri dari obsesi kesempurnaan, orang tipe ini perlu mempelajari konsep pertumbuhan dan perkembangan hidup. Melalui proses pertumbuhan itu, ia akan dapat memperlakukan diri sendiri maupun orang di sekitarnya secara objektif dan sehat.</p>
<p><img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/8.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe penolong</span>, yaitu orang-orang yang memiliki kepribadian amat bersahabat, penuh perhatian, dan rela melayani sesamanya. Orang ini selalu berusaha keras untuk berbuat baik kepada orang lain. Namun jika ia dikecewakan atau dikritik karena terlalu mencapmpuri urusan orang lain maka ia akan marah. alam bawah sadarnya selalu dihantui oleh rasa ketakutan terbuang dari lingkungannya. Oleh karena itu, ia akan berusaha agar hidupnya menjadi berarti bagi orang lain. Meskipun secara nyata tidak menuntut balas jasa, tetapi sebenarnya mengharapkan perhatian atau pengakuan atas apa yang dilakukannya untuk orang lain. Tipe orang macam ini sebaiknya disadarkan bahwa membantu orang lain dapat dilakukan tanpa harus mengorbankan kepentingan diri sendiri. kepada orang ini perlu ditanamkan pengertian bahwa usaha mencapai tujuan harus dilakukan sendiri tanpa perlu memanipulasi pihak lain dengan macam-macam bantuan.</p>
<p><img src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/mesg/emoticons7/22.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe motivator</span>, yaitu tipe kepribadian yang sangat terobsesi dengan prinsip efisiensi. Orang tipe ini cenderung menetapkan target yang tinggi dengan bekerja efisien guna mencapai sukses. Kalau perlu, ia tidak segan-segan mengesampingkan kepentingan keluarga, bahkan kesehatannya. seringkali tindakannya menimbulkan dampak  terhadap lingkungan kerjanya. Sebab ia menuntut kadar komitmen yang sama terhadap para bawahannya. Padahal dengan tuntutannya yang terkadang menyiksa orang-orang disekitarnya, mereka justru sering menderita strees. Pribadi tipe ini sebaiknya memiliki standar untuk mengukur kapasitas kerja tanpa harus dihubungkan dengan tujuan, efisiensi, atau sukses perusahaan. Akan lebih baik jika dalam berperilaku kerja menyertakan unsur kejujuran diri dan rasa belas kasih terhadap orang lain.</p>
<p><img src="http://i496.photobucket.com/albums/rr329/grandisyf/wow.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe individualis</span>, yaitu tipe orang yang selalu menempatkan keunikan diri, kreatifitas, dan emosi diri pada tingkat yang paling tinggi. Ia melihat dirinya sebagai sebagi insan yang berbeda dengan orang lain. Orang ini tidak senang pada hal-hal yang bersifat biasa-biasa saja. Ia terobsesi bekerja dengan caranya sendiri yang unik, sehingga lebih suka menutup pintu untuk kerja sama denga orang lain. Orang seperti ini kalau diberi kebebasan akan cenderung terisolasi dari lingkungan sekitarnya. Agar dapat terbebas dari &#8220;dunianya&#8221; yang sempit, salain memanfaatkan keunikannya secara optimal, ia juga harus belajar menerima keragaman sosial budaya. Dia harus menyadari bahwa dunia ini penuh dengan perbedaan. Kalau hidup setia orang hanya berpusat pada dirinya sendiri dan melupakan pergaulannya dengan orang di sekitarnya maka ia akan terasa kesepian.</p>
<p><img src="http://i496.photobucket.com/albums/rr329/grandisyf/bingung.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe pemikir</span>, yaitu tipe orang yang rasional, biasanya pintar, berpikir analitis dan tegas dalam mengambil keputusan, akan tetapi miskin dalam pergaulan. Jangankan meluangkan waktu untuk bertukar pikiran dan perasaan dengan orang lain, perhatiannya hanya pada bidangnya saja serta terlalu ambisius dalam mengejar ilmu. Sayangnya, meskipun intelektualitasnya tidak diragukan, akan tetapi malas bekerja. Cara mengatasi kelemahan ini, ia harus mengambil inisiatif  tindakan nyata untuk mengetahui apa yang telah terjadi. Orang tipe ini perlu belajar mengambil inisiatif untuk mengenal, berinteraksi, berkomunikasi dengan orang lain, serta mampu mengendalikan emosinya. Dengan demikian, ia akan menemukan kekuatan yang sebelumnya selalu dihindari.</p>
<p><img src="http://i306.photobucket.com/albums/nn252/cebong_ipit/templateanna/boy-emoticon-005.gif" border="0" height="30" width="30" /><span style="font-style: italic;">Tipe loyalis</span>, yaitu tipe peibadi yang bisa dpercaya, jujur, dan bertindak tegas sesuai hukum atau norma yang berlaku. Pembawaannya cenderung sangat hati-hati dan selalu cemas. Perasaan ini terbawa terus dalam pekerjaan dan lingkungannya. biasanya ia dihantui oleh perasaan ketakutan dan kecemasan agar tidak berbuat kesalahan. Apabila kecemasan itu tidak terkontrol, ia tidak akan mampu membuat keputusan atau bertindak sesuai perasaan dan pikiran sehatnya. Orang yang berkepribadian seperti ini perlu memiliki rasa percaya diri yang besar terhadap lingkungannya. Perlu diyakinkan bahwa mereka memiliki relasi yang dapat dipercaya, sehingga kecemasan itu tidak perlu dan lama-lama akan hilang, sehingga ia mampu meraih prestasi yang lebih dari biasanya.</p>
<p><img src="http://i496.photobucket.com/albums/rr329/grandisyf/bigsmile.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe antusiastis</span>, yaitu tipe pribadi yang selalu bersikap optimistis akan masa depannya meskipun dalam kondisi buruk sekalipun. orang ini akan berusaha menghindari stres. Namun, jika situasi semakin memburuk dengan mudah ia berubah, banting stir untuk memilih pekerjaan lain yang dianggap lebih baik. Meskipun hidup tidak selalu berhasil, ia sudah menerima kegagalan atau penderitaan. Orang seperti ini harus dilatih untuk bisa menerima kegagalan, sehingga mereka tidak akan jatuh ke dalam obsesi keberhasilan terus-menerus. keberania menghadapi tantangan perlu terus dipupuk. Ia harus pernah mengalami kegagalan dalam hidup. Dengan demikian akan timbul kesadaran, dapat menjadi pekerja yang berguna dan berprestasi.</p>
<p><img src="http://i306.photobucket.com/albums/nn252/cebong_ipit/templateanna/boy-emoticon-013.gif" border="0" height="30" width="30" /><span style="font-style: italic;">Tipe pemimpin</span>, yaitu tipe orang yanterhadap dunia sekitarn yang memiliki kekuatan atau kemampuan yang tinggi untuk mempengaruhi orang lain, akan tetapi cenderung kejam terhadap dunia sekitarnya. Orang ini tidak mau kompromi dengan apa yang telah diyakininya. Apabila memegang kekuasaan bisa berbahaya, karena cenderung bersifat otoriter. Ia terobsesi oleh prinsip keadilan, sehingga membanggakan dirinya sebagai orang yang menguasai rasa keadilan. Berperan pada  kebenaran yang diyakininya, ia akan berjuang untuk memperbaiki ketidakadilan yang terjadi di lingkungannya. Di lain sisi, kegigihannya menanamkan keadilan kepada pihak lain menutup telinganya sendiri untuk mendengarkan pendapat orang lain yang berbeda sehingga sering terjerat dalam banyak konflik. Agar tidak menjadi koraban dari jebakan yang diciptakannya sendiri, ia harus belajar memahami dan memiliki rasa kasih sayang terhadap sesama. Apabila ia menyadari kelemahannya sendiri maka maka secara alami akan menjadi kuat, tanpa harus menindas atau menakuti orang lain dengan kekuatannya.</p>
<p><img src="http://i496.photobucket.com/albums/rr329/grandisyf/hi.gif" border="0" /><span style="font-style: italic;">Tipe cinta damai</span>, yaitu tipe orang yang tidak menyukai persaingan .Oleh karena itu, ia akan selalu berusa damai agar lingkungannya menjadi tenang dan damai. Namun, karena selalu menghindari konflik maka sikapnya menjadi datar terhadap siapupun. Ia tidak mampu mengutarakan pendapatnya secara jelas dan transparan. Akibatnya, orang lain sering tidak bisa menangkap maksudnya. Padahal tindakannya tersebut justru akan memicu timbulnya masalah. Dengan pembawaan yang terlalu rendah hati, ia merasa dirinya tidak begitu berarti dan tidak penting bagi orang lain. Ketiadaan rasa percaya diri yang kuat cenerung membuatnya mengharapkan orang lain untuk memotivasi dirinya. Pribadi seperti ini perlu didorong agar menyadari bahwa dirinya adalah manusia yang berharga bagi orang lain. Mata hatinya harus terbuka ke dunia luar yang lebih luas. Selain itu perlu ditumbuhkan suatu keberanian dalam menghadapi konflik. Dengan demikian ia akan berani mengatakan apa yang ada dalam pikiran dan diinginkan, meskipun terkadang menyebabkan timbulnya konflik.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/kenali-kepribadianmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Stop Begadang!!</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/stop-begadang/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/stop-begadang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 May 2010 17:55:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kesatria senja</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[begadang]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=822</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mengetahui kondisi hati, hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.  Ternyata hasil pemeriksaan ini tidak sepenuhnya benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Untuk mengetahui kondisi hati, hampir semua orang sangat bergantung pada hasil indeks pemeriksaan fungsi hati (Liver Function Index). Mereka menganggap bila pemeriksaan menunjukkan hasil index yang normal berarti semua OK.  Ternyata hasil pemeriksaan ini tidak sepenuhnya benar. Pencegahan kanker hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada jalan lain kecuali mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://i445.photobucket.com/albums/qq179/ynzz_xxx/kanker-hati.jpg" alt="" width="328" height="218" />Penyebab utama kerusakan hati adalah:</p>
<p>1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama<br />
2. Tidak buang air di pagi hari<br />
3. Pola makan yang tidak beraturan<br />
4. Tidak makan pagi<br />
5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan<br />
6. Terlalu banyak mengkonsumsi bahan pengawet, zat tambahan, zat pewarna, pemanis buatan<br />
7. Minyak goreng yang tidak sehat! Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak goreng saat menggoreng makanan hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil. Jangan mengkonsumsi makanan yang digoreng bila kita dalam kondisi penat, kecuali dalam kondisi tubuh yang fit<br />
8. Mengkonsumsi masakan mentah (sangat matang) juga menambah beban hati. Sayur mayur dimakan mentah atau dimasak matang 3/ 5 bagian. Sayur yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan</p>
<p>Kita harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan. Cukup atur gaya hidup dan pola makanan sehari-hari. Perawatan dari pola makan dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan dan pembuangan zat-zat yang tidak berguna sesuai dengan jadwalnya.</p>
<p>Coba perhatikan jadwal berikut :</p>
<p><span id="more-822"></span></p>
<p>Sebab:<br />
<span style="color: red;"><span style="font-size: large;">Malam hari pk 21.00 – 23.00:</span></span></p>
<p>Adalah pembuangan zat-zat tidak berguna / beracun (de-toxin) di bagian sistem antibodi (kelenjar getah bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang atau mendengarkan musik. Bila saat itu seorang ibu rumah tangga masih dalam kondisi yang tidak santai seperti misalnya mencuci piring atau mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negatif bagi kesehatan.</p>
<p><span style="font-size: large;"><span style="color: red;">Malam hari pk 23.00 &#8211; dini hari pk 01.00:</span></span></p>
<p>Saat proses de-toxin di bagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas</p>
<p><span style="color: red;"><span style="font-size: large;">Dini hari pk 01.00 – 03.00:</span></span></p>
<p>Proses de-toxin di bagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur</p>
<p><span style="color: red;"><span style="font-size: large;">Dini hari pk 03.00 – 05.00:</span></span></p>
<p>De-toxin di bagian paru-paru. Sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selama durasi waktu ini. Karena proses pembersihan (de-toxin) telah mencapai saluran pernafasan, maka tak perlu minum obat batuk agar supaya tidak merintangi proses pembuangan kotoran</p>
<p><span style="color: red;"><span style="font-size: large;">Pagi pk 05.00 – 07.00:</span></span></p>
<p>De-toxin di bagian usus besar, harus buang air di kamar kecil.</p>
<p><span style="color: red;"><span style="font-size: large;">Pagi pk 07.00 – 09.00:</span></span></p>
<p>Waktu penyerapan gizi makanan bagi usus kecil, harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya makan lebih pagi yaitu sebelum pk 6:30. Makan pagi sebelum pk 7:30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya.</p>
<p>Bagi mereka yang tidak makan pagi harap merubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.</p>
<p>Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.</p>
<p>Selain itu, dari tengah malam hingga pukul 04.00 dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk memproduksi darah.</p>
<p>Sebab itu, tidurlah yang nyenyak dan jangan begadang!</p>
<p><strong><span style="font-size: medium;">Emang bener kata Bang Haji Rhoma Irama</span></strong><br />
&#8220;Jangan begadang bila tak ada artinya&#8221; <img src='http://www.jurnalkampus.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/stop-begadang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UNLAM Peringkat 35 Jajaran Universitas Terbaik</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/unlam-peringkat-35-jajaran-universitas-terbaik/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/unlam-peringkat-35-jajaran-universitas-terbaik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 22:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[.Info UNLAM]]></category>
		<category><![CDATA[unlam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=811</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
 
 

Sebutan UNLAM yang nyeleneh sebagai Universitas Lambat Maju tampaknya sudah tidak berrlaku lagi di tahun 2010 ini. Pasalnya peringkat UNLAM dalam peringkat Universitas seluruh Indonesia , seperti yang dilansir dari situs University Web Rangkings, naik secara drastis, yakni peringkat 35 teratas. beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009,  kita pernah dikejutkan oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h6><strong> </strong></h6>
<h6><strong> </strong></h6>
<h6><strong> </strong></h6>
<h6><strong> </strong></h6>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/unlam.jpg"><img class="size-full wp-image-812 aligncenter" title="unlam" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/unlam.jpg" alt="" width="415" height="273" /></a></p>
<p>Sebutan UNLAM yang nyeleneh sebagai Universitas Lambat Maju tampaknya sudah tidak berrlaku lagi di tahun 2010 ini. Pasalnya peringkat UNLAM dalam peringkat Universitas seluruh Indonesia , seperti yang dilansir dari situs University Web Rangkings, naik secara drastis, yakni peringkat 35 teratas. beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009,  kita pernah dikejutkan oleh berita bahwa UNLAM menduduki posisi 81  dari 141 Universitas di Indonesia, amat mengecewakan. bahkan orang lebih mengenal UNLAM sebagai Universitas Lampung ketimbang Universitas Lambung Mangkurat. Tahun 2009 kemarin, memang Universitas Lampung menduduki posisi 19 , jauh meninggalkan Universitas Lambung Mangkurat. Kalau tahun 2010 ini untuk peringkat pertama, masih dipegang oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).</p>
<p>sekarang UNLAM boleh bangga. menduduki posisi 35 memang bukan posisi yang  bisa diremehkan. Untuk tahun 2010 ini, Universitas kebanggaan Kalimantan Selatan ini mengalahkan beberapa Universitas ternama di pulau Jawa sana. Kita sebut saja Universitas Muhammadiyah Malang atau yang biasa disebut UMM, menduduki posisi 47. Universitas Lampung yang pada tahun 2009 kemarin menduduki posisi 19, justru bercokol ke posisi 38, artinya turun3 angka di bawah UNLAM. Untuk regional Kalimantan sendiri, agak sedikit mengecewakan, lantaran UNLAM sebagai Universitas tertua di Kalimantan, <span id="more-811"></span>justru berada di bawah posisi Universitas Mulawarman(Samarinda) yang menduduki posisi 32 dan Universitas Tanjungpura(Pontianak) yang menduduki posisi 34.</p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/unlam-452x443.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-813" title="unlam-452x443" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/unlam-452x443.jpg" alt="" width="452" height="443" /></a></p>
<p>Kita berharap, tahun depan peringkat Universitas Lambung Mangkurat bisa menduduki jajaran posisi teratas Universitas se-Indonesia, kalau bisa masuk 20 besar sudah lumayan fantastis, apalagi 10 besar. maju terus UNLAM ! Waja sampai kaputing !</p>
<table border="0" cellspacing="1" cellpadding="0" width="745">
<tbody>
<tr>
<td colspan="2">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td width="40%" valign="bottom">
<h2><strong>UNIVERSITIES IN INDONESIA</strong></h2>
<h3>by 2010 University Web Ranking</h3>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="bottom"><span style="font-size: small;"><br />
</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
<tr>
<td width="500"><strong>Universities</strong><strong> </strong></td>
<td width="240"><strong>Towns</strong><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>1 </em></strong><a title="Bandung Institute of Technology" href="http://www.4icu.org/reviews/2174.htm"><strong><em>Institut   Teknologi Bandung</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>2 </em></strong><a title="University of Indonesia" href="http://www.4icu.org/reviews/2227.htm"><strong><em>Universitas Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Depok and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>3 </em></strong><a title="Gadjah Mada University" href="http://www.4icu.org/reviews/2166.htm"><strong><em>Universitas Gadjah Mada</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>4 </em></strong><a title="Tenth of November Institute of Technology" href="http://www.4icu.org/reviews/2175.htm"><strong><em>Institut Teknologi Sepuluh November</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>5 </em></strong><a title="Padjadjaran University" href="http://www.4icu.org/reviews/2195.htm"><strong><em>Universitas Padjadjaran</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>6 </em></strong><a title="Brawijaya University" href="http://www.4icu.org/reviews/2160.htm"><strong><em>Universitas Brawijaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>7 </em></strong><a title="Binus University" href="http://www.4icu.org/reviews/2158.htm"><strong><em>Universitas Bina Nusantara</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Barat and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>8 </em></strong><a title="Petra Christian University" href="http://www.4icu.org/reviews/2202.htm"><strong><em>Universitas Kristen Petra</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>9 </em></strong><a title="Gunadarma University" href="http://www.4icu.org/reviews/2167.htm"><strong><em>Universitas Gunadarma</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Depok</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>10 </em></strong><a title="Indonesia University of Education" href="http://www.4icu.org/reviews/10171.htm"><strong><em>Universitas   Pendidikan Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>11 </em></strong><a title="University of Sebelas Maret" href="http://www.4icu.org/reviews/2208.htm"><strong><em>Universitas   Sebelas Maret</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>12 </em></strong><a title="University of Sumatera Utara" href="http://www.4icu.org/reviews/2228.htm"><strong><em>Universitas   Sumatera Utara</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Medan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>13 </em></strong><a title="Airlangga University" href="http://www.4icu.org/reviews/2153.htm"><strong><em>Universitas Airlangga</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>14 </em></strong><a title="Bogor Agricultural Institute" href="http://www.4icu.org/reviews/2159.htm"><strong><em>Institut   Pertanian Bogor</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bogor</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>15 </em></strong><a title="Islamic University of Indonesia" href="http://www.4icu.org/reviews/10191.htm"><strong><em>Universitas   Islam Indonesia </em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>16 </em></strong><a title="Diponegoro University" href="http://www.4icu.org/reviews/2210.htm"><strong><em>Universitas Diponegoro</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Semarang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>17 </em></strong><a title="Malang State University" href="http://www.4icu.org/reviews/2215.htm"><strong><em>Universitas Negeri Malang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>18 </em></strong><a title="Atma Jaya Catholic University of Indonesia" href="http://www.4icu.org/reviews/2155.htm"><strong><em>Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>19 </em></strong><a title="Sriwijaya University" href="http://www.4icu.org/reviews/2214.htm"><strong><em>Universitas Sriwijaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Inderalaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>20 </em></strong><a title="Mercu Buana University" href="http://www.4icu.org/reviews/2186.htm"><strong><em>Universitas Mercu Buana</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Barat</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>21 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Surakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2190.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Surakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>22 </em></strong><a title="Udayana University" href="http://www.4icu.org/reviews/2221.htm"><strong><em>Universitas Udayana</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Badung and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>23 </em></strong><a title="Surabaya University" href="http://www.4icu.org/reviews/2216.htm"><strong><em>Universitas Surabaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>24 </em></strong><a title="Hasanuddin University" href="http://www.4icu.org/reviews/2168.htm"><strong><em>Universitas Hasanuddin</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Makassar</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>25 </em></strong><a title="Atma Jaya University, Yogyakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2156.htm"><strong><em>Universitas   Atma Jaya Yogyakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>26 </em></strong><a title="Parahyangan Catholic University" href="http://www.4icu.org/reviews/2197.htm"><strong><em>Universitas   Katolik Parahyangan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>27 </em></strong><a title="State University of Padang" href="http://www.4icu.org/reviews/11969.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Padang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Padang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>28 </em></strong><a title="Sanata Dharma University, Yogyakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2205.htm"><strong><em>Universitas   Sanata Dharma Yogyakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>29 </em></strong><a title="Trisakti University" href="http://www.4icu.org/reviews/2220.htm"><strong><em>Universitas Trisakti</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Barat</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>30 </em></strong><a title="Riau University" href="http://www.4icu.org/reviews/2203.htm"><strong><em>Universitas Riau</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Pekanbaru</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>31 </em></strong><a title="Andalas University" href="http://www.4icu.org/reviews/2154.htm"><strong><em>Universitas Andalas</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Padang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>32 </em></strong><a title="Mulawarman University" href="http://www.4icu.org/reviews/2192.htm"><strong><em>Universitas Mulawarman</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Samarinda</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>33 </em></strong><a title="State University of Surabaya" href="http://www.4icu.org/reviews/10170.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Surabaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>34 </em></strong><a title="Tanjungpura University" href="http://www.4icu.org/reviews/2218.htm"><strong><em>Universitas Tanjungpura</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Pontianak</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>35 </em></strong><a title="Lambung Mangkurat University" href="http://www.4icu.org/reviews/10186.htm"><strong><em>Universitas   Lambung Mangkurat</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Banjarmasin and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>36 </em></strong><a title="Cenderawasih University" href="http://www.4icu.org/reviews/10175.htm"><strong><em>Universitas Cenderawasih</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jayapura</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>37 </em></strong><a title="State University of Semarang" href="http://www.4icu.org/reviews/10168.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Semarang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Semarang and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>38 </em></strong><a title="Lampung University" href="http://www.4icu.org/reviews/2184.htm"><strong><em>Universitas Lampung</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandar Lampung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>39 </em></strong><a title="Ahmad Dahlan University" href="http://www.4icu.org/reviews/2152.htm"><strong><em>Universitas Ahmad Dahlan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>40 </em></strong><a title="Duta Wacana Christian University" href="http://www.4icu.org/reviews/2224.htm"><strong><em>Universitas   Kristen Duta Wacana</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>41 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Yogyakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2191.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Yogyakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>42 </em></strong><a title="Jember University" href="http://www.4icu.org/reviews/2180.htm"><strong><em>Universitas Jember</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jember</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>43 </em></strong><a title="Widyatama University" href="http://www.4icu.org/reviews/10219.htm"><strong><em>Universitas Widyatama</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>44 </em></strong><a title="State University of Medan" href="http://www.4icu.org/reviews/10182.htm"><strong><em>Universitas Negeri Medan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Medan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>45 </em></strong><a title="Pelita Harapan University" href="http://www.4icu.org/reviews/2225.htm"><strong><em>Universitas Pelita Harapan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Karawaci and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>46 </em></strong><a title="University og Bangka Belitung" href="http://www.4icu.org/reviews/10202.htm"><strong><em>Universitas   Bangka Belitung</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Pangkalpinang and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>47 </em></strong><a title="University of Muhammadiyah Malang" href="http://www.4icu.org/reviews/2189.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Malang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>48 </em></strong><a title="Tarumanagara University" href="http://www.4icu.org/reviews/2219.htm"><strong><em>Universitas Tarumanagara</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>49 </em></strong><a title="Indonesian Computer University " href="http://www.4icu.org/reviews/10215.htm"><strong><em>Universitas   Komputer Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>50 </em></strong><a title="State University of Jakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/10177.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Jakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>51 </em></strong><a title="Islamic University of Sultan Agung" href="http://www.4icu.org/reviews/2178.htm"><strong><em>Universitas   Islam Sultan Agung</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Semarang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>52 </em></strong><a title="Jenderal Soedirman University" href="http://www.4icu.org/reviews/2223.htm"><strong><em>Universitas   Jenderal Soedirman</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Purwokerto</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>53 </em></strong><a title="Sultan Ageng Tirtayasa University" href="http://www.4icu.org/reviews/10188.htm"><strong><em>Universitas   Sultan Ageng Tirtayasa</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Serang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>54 </em></strong><a title="INDONUSA Esa Unggul University" href="http://www.4icu.org/reviews/2171.htm"><strong><em>Universitas   INDONUSA Esa Unggul</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Barat and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>55 </em></strong><a title="Maranatha Christian University" href="http://www.4icu.org/reviews/2185.htm"><strong><em>Universitas   Kristen Maranatha</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>56 </em></strong><a title="Pembangunan National " href="http://www.4icu.org/reviews/10203.htm"><strong><em>Universitas Pembangunan Nasional &#8220;Veteran&#8221;   Yogyakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>57 </em></strong><a title="Soegijapranoto Catholic University" href="http://www.4icu.org/reviews/2213.htm"><strong><em>Universitas   Katolik Soegijapranata</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Semarang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>58 </em></strong><a title="Satya Wacana Christian University" href="http://www.4icu.org/reviews/2207.htm"><strong><em>Universitas   Kristen Satya Wacana</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Salatiga</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>59 </em></strong><a title="Palangkaraya University" href="http://www.4icu.org/reviews/2198.htm"><strong><em>Universitas Paramadina Mulya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>60 </em></strong><a title="Sam Ratulangi University" href="http://www.4icu.org/reviews/2204.htm"><strong><em>Universitas Sam Ratulangi</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Manado</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>61 </em></strong><a title="Malikussaleh University" href="http://www.4icu.org/reviews/10174.htm"><strong><em>Universitas Malikussaleh</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Lhokseumawe</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>62 </em></strong><a title="Widya Mandala Catholic University Surabaya" href="http://www.4icu.org/reviews/2230.htm"><strong><em>Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>63 </em></strong><a title="Darma Persada University" href="http://www.4icu.org/reviews/2163.htm"><strong><em>Universitas Darma Persada</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Timur</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>64 </em></strong><a title="Islamic University of Bandung" href="http://www.4icu.org/reviews/10196.htm"><strong><em>Universitas   Islam Bandung</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>65 </em></strong><a title="Yarsi University" href="http://www.4icu.org/reviews/2226.htm"><strong><em>Universitas Yarsi</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Pusat</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>66 </em></strong><a title="Trunojoyo University" href="http://www.4icu.org/reviews/10185.htm"><strong><em>Universitas Trunojoyo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bangkalan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>67 </em></strong><a title="Swiss German University" href="http://www.4icu.org/reviews/10193.htm"><strong><em>Universitas Swiss German</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bumi Serpong Damai</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>68 </em></strong><a title="Al Azhar Indonesia University" href="http://www.4icu.org/reviews/10194.htm"><strong><em>Universitas   Al Azhar Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>69 </em></strong><a title="State University of Makassar" href="http://www.4icu.org/reviews/9324.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Makassar</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Makassar and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>70 </em></strong><a title="National University" href="http://www.4icu.org/reviews/11711.htm"><strong><em>Universitas Nasional</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Selatan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>71 </em></strong><a title="Jambi University" href="http://www.4icu.org/reviews/10180.htm"><strong><em>Universitas Jambi</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jambi</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>72 </em></strong><a title="Mataram University" href="http://www.4icu.org/reviews/10183.htm"><strong><em>Universitas Mataram</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Mataram</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>73 </em></strong><a title="National Institute of Technology" href="http://www.4icu.org/reviews/9592.htm"><strong><em>Institut   Teknologi Nasional</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>74 </em></strong><a title="Haluoleo University" href="http://www.4icu.org/reviews/10184.htm"><strong><em>Universitas Haluoleo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Kendari</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>75 </em></strong><a title="Widya Gama University" href="http://www.4icu.org/reviews/2229.htm"><strong><em>Universitas Widya Gama</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>76 </em></strong><a title="Merdeka Malang University" href="http://www.4icu.org/reviews/2187.htm"><strong><em>Universitas Merdeka Malang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>77 </em></strong><a title="State University of Gorontalo" href="http://www.4icu.org/reviews/10176.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Gorontalo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Gorontalo</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>78 </em></strong><a title="Krida Wacana Christian University" href="http://www.4icu.org/reviews/2182.htm"><strong><em>Universitas   Kristen Krida Wacana</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Barat</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>79 </em></strong><a title="Pakuan University" href="http://www.4icu.org/reviews/2196.htm"><strong><em>Universitas Pakuan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bogor</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>80 </em></strong><a title="Pembangunan National " href="http://www.4icu.org/reviews/2200.htm"><strong><em>Universitas Pembangunan Nasional &#8220;Veteran&#8221;   Jakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>81 </em></strong><a title="Siliwangi University" href="http://www.4icu.org/reviews/2211.htm"><strong><em>Universitas Siliwangi</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Tasikmalaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>82 </em></strong><a title="Universitas Palangka Raya" href="http://www.4icu.org/reviews/10172.htm"><strong><em>Universitas Palangka Raya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Palangkaraya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>83 </em></strong><a title="Jenderal Achmad Yani University" href="http://www.4icu.org/reviews/2222.htm"><strong><em>Universitas   Jenderal Achmad Yani</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Cimahi</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>84 </em></strong><a title="Christian University of Indonesia" href="http://www.4icu.org/reviews/2162.htm"><strong><em>Universitas   Kristen Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Timur</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>85 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Sumatera Utara" href="http://www.4icu.org/reviews/10213.htm"><strong><em>Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Medan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>86 </em></strong><a title="Jayabaya University" href="http://www.4icu.org/reviews/2179.htm"><strong><em>Universitas Jayabaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta   Timur</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>87 </em></strong><a title="Tadulako University" href="http://www.4icu.org/reviews/10178.htm"><strong><em>Universitas Tadulako</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Palu</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>88 </em></strong><a title="State University of Papua" href="http://www.4icu.org/reviews/10181.htm"><strong><em>Universitas Negeri Papua</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Manokwari</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>89 </em></strong><a title="Krisnadwipayana University" href="http://www.4icu.org/reviews/2183.htm"><strong><em>Universitas Krisnadwipayana</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta   Timur</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>90 </em></strong><a title="Islamic University of Riau" href="http://www.4icu.org/reviews/2177.htm"><strong><em>Universitas Islam Riau</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Pekanbaru</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>91 </em></strong><a title="State University of Manado" href="http://www.4icu.org/reviews/10169.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Manado</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Tondano</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>92 </em></strong><a title="State University of Yogyakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2194.htm"><strong><em>Universitas   Negeri Yogyakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>93 </em></strong><a title="Bengkulu University" href="http://www.4icu.org/reviews/10179.htm"><strong><em>Universitas Bengkulu</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bengkulu</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>94 </em></strong><a title="Islamic University of Jakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/10221.htm"><strong><em>Universitas   Islam Jakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>95 </em></strong><a title="Kanjuruhan University" href="http://www.4icu.org/reviews/10206.htm"><strong><em>Universitas Kanjuruhan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>96 </em></strong><a title="Dr. Soetomo University" href="http://www.4icu.org/reviews/2165.htm"><strong><em>Universitas Dr. Soetomo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>97 </em></strong><a title="Pembangunan National " href="http://www.4icu.org/reviews/10197.htm"><strong><em>Universitas Pembangunan Nasional   &#8220;Veteran&#8221; Jatim</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>98 </em></strong><a title="Slamet Riyadi University" href="http://www.4icu.org/reviews/2212.htm"><strong><em>Universitas Slamet Riyadi</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>99 </em></strong><a title="YAI Persada Indonesian University" href="http://www.4icu.org/reviews/2201.htm"><strong><em>Universitas   Persada Indonesia YAI</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>100 </em></strong><a title="Indraprasta University" href="http://www.4icu.org/reviews/10231.htm"><strong><em>Universitas Indraprasta PGRI</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>101 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Purworejo" href="http://www.4icu.org/reviews/10214.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Purworejo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Purworejo</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>102 </em></strong><a title="Pasundan University" href="http://www.4icu.org/reviews/2199.htm"><strong><em>Universitas Pasundan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>103 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Jakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2188.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Jakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta   Selatan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>104 </em></strong><a title="Syiah Kuala University" href="http://www.4icu.org/reviews/2217.htm"><strong><em>Universitas Syiah Kuala</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Banda Aceh</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>105 </em></strong><a title="Semarang University" href="http://www.4icu.org/reviews/10216.htm"><strong><em>Universitas Semarang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Semarang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>106 </em></strong><a title="Prof. Dr. Hamka University of Muhammadiyah" href="http://www.4icu.org/reviews/12319.htm"><strong><em>Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta Selatan and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>107 </em></strong><a title="University of Technology, Yogyakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/10230.htm"><strong><em>Universitas   Teknologi Yogyakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Sleman</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>108 </em></strong><a title="Surakarta University" href="http://www.4icu.org/reviews/10192.htm"><strong><em>Universitas Surakarta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>109 </em></strong><a title="Widya Kartika University" href="http://www.4icu.org/reviews/10223.htm"><strong><em>Universitas Widya Kartika</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>110 </em></strong><a title="Borneo University" href="http://www.4icu.org/reviews/10222.htm"><strong><em>Universitas Borneo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Tarakan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>111 </em></strong><a title="University of Muria Kudus" href="http://www.4icu.org/reviews/10199.htm"><strong><em>Universitas Muria Kudus</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Kudus</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>112 </em></strong><a title="Klabat University" href="http://www.4icu.org/reviews/2181.htm"><strong><em>Universitas Klabat</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Manado</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>113 </em></strong><a title="Ibn Khaldun University" href="http://www.4icu.org/reviews/2169.htm"><strong><em>Universitas Ibn Khaldun</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bogor</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>114 </em></strong><a title="Islamic University of Lamongan" href="http://www.4icu.org/reviews/10229.htm"><strong><em>Universitas   Islam Lamongan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Lamongan and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>115 </em></strong><a title="University of Respati Indonesia" href="http://www.4icu.org/reviews/10210.htm"><strong><em>Universitas   Respati Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta   Timur</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>116 </em></strong><a title="Balikpapan University" href="http://www.4icu.org/reviews/10224.htm"><strong><em>Universitas Balikpapan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Balikpapan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>117 </em></strong><a title="Makassar Muhammadiyah University" href="http://www.4icu.org/reviews/11987.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Makassar</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Makassar</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>118 </em></strong><a title="Narotama University" href="http://www.4icu.org/reviews/2193.htm"><strong><em>Universitas Narotama</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>119 </em></strong><a title="17 Agustus 1945 University" href="http://www.4icu.org/reviews/12347.htm"><strong><em>Universitas   17 Agustus 1945</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta   Utara</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>120 </em></strong><a title="Islamic University of North Sumatra" href="http://www.4icu.org/reviews/10201.htm"><strong><em>Universitas   Islam Sumatera Utara</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Medan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>121 </em></strong><a title="Islamic University of Nusantara" href="http://www.4icu.org/reviews/2176.htm"><strong><em>Universitas   Islam Nusantara</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>122 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Sidoarjo" href="http://www.4icu.org/reviews/10217.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Sidoarjo</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Sidoarjo</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>123 </em></strong><a title="17 Agustus 1945 University, Semarang" href="http://www.4icu.org/reviews/10208.htm"><strong><em>Universitas   17 Agustus 1945 Semarang</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Semarang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>124 </em></strong><a title="Atma Jaya Makassar University" href="http://www.4icu.org/reviews/10205.htm"><strong><em>Universitas   Atma Jaya Makassar</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Makassar</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>125 </em></strong><a title="Musamus Merauke University" href="http://www.4icu.org/reviews/10226.htm"><strong><em>Universitas   Musamus Merauke</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Merauke</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>126 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Cirebon" href="http://www.4icu.org/reviews/10195.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Cirebon</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Cirebon</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>127 </em></strong><a title="University of Nusa Bangsa" href="http://www.4icu.org/reviews/10204.htm"><strong><em>Universitas Nusa Bangsa</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bogor</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>128 </em></strong><a title="Suryadarma University" href="http://www.4icu.org/reviews/10212.htm"><strong><em>Universitas Suryadarma</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>129 </em></strong><a href="http://www.4icu.org/reviews/10209.htm"><strong><em>Universitas Muslim Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Makassar   and other locations</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>130 </em></strong><a title="Nusantara University" href="http://www.4icu.org/reviews/10207.htm"><strong><em>Universitas Nusantara Manado</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Manado</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>131 </em></strong><a title="Bung Hatta University" href="http://www.4icu.org/reviews/2161.htm"><strong><em>Universitas Bung Hatta</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Padang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>132 </em></strong><a title="Muhammadiyah University of Purwokerto" href="http://www.4icu.org/reviews/10190.htm"><strong><em>Universitas   Muhammadiyah Purwokerto</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Purwokerto</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>133 </em></strong><a title="Djuanda University" href="http://www.4icu.org/reviews/10227.htm"><strong><em>Universitas Djuanda</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bogor</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>134 </em></strong><a title="Adventist University of Indonesia" href="http://www.4icu.org/reviews/2151.htm"><strong><em>Universitas   Advent Indonesia</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Bandung</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>135 </em></strong><a title="Sarjanawiyata Tamansiswa University" href="http://www.4icu.org/reviews/2206.htm"><strong><em>Universitas   Sarjanawiyata Tamansiswa</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Yogyakarta</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>136 </em></strong><a title="Batanghari University" href="http://www.4icu.org/reviews/10228.htm"><strong><em>Universitas Batanghari</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jambi</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>137 </em></strong><a title="Wijaya Kusuma University, Surabaya" href="http://www.4icu.org/reviews/2231.htm"><strong><em>Universitas   Wijaya Kusuma Surabaya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Surabaya</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>138 </em></strong><a title="Bhayangkara Jaya University Jakarta" href="http://www.4icu.org/reviews/2157.htm"><strong><em>Universitas   Bhayangkara Jakarta Raya</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Jakarta   Selatan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>139 </em></strong><a title="Syekh-Yusuf Islamic University" href="http://www.4icu.org/reviews/10225.htm"><strong><em>Universitas   Islam Syekh-Yusuf</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Tangerang</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>140 </em></strong><a title="Darul 'Ulum Islamic University of Lamongan" href="http://www.4icu.org/reviews/12343.htm"><strong><em>Universitas Islam Darul &#8216;Ulum Lamongan</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Lamongan</em></h6>
</td>
</tr>
<tr>
<td><strong><em>141 </em></strong><a title="Tribhuwana University" href="http://www.4icu.org/reviews/12308.htm"><strong><em>Universitas Tribhuwana Tunggadewi</em></strong></a></td>
<td>
<h6><em>Malang</em></h6>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<h6><strong> </strong></h6>
<h6><strong> </strong></h6>
<h6><strong> </strong></h6>
<h6><strong> </strong></h6>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/unlam-peringkat-35-jajaran-universitas-terbaik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kampusku yang Asri</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/kampusku-yang-asri/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/kampusku-yang-asri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 May 2010 22:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fandi</dc:creator>
				<category><![CDATA[.Info Kampus FE UNLAM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[




]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11726.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-803" title="SDC11726" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11726-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11729.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-804" title="SDC11729" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11729-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11744.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-805" title="SDC11744" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11744-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11745.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-806" title="SDC11745" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11745-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p><a href="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11742.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-807" title="SDC11742" src="http://www.jurnalkampus.org/wp-content/uploads/2010/05/SDC11742-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/kampusku-yang-asri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Standar Kelulusan Memicu Divestasi Masa Depan</title>
		<link>http://www.jurnalkampus.org/standar-kelulusan-memicu-divestasi-masa-depan/</link>
		<comments>http://www.jurnalkampus.org/standar-kelulusan-memicu-divestasi-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 May 2010 12:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kopral</dc:creator>
				<category><![CDATA[Forum Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ujian nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.jurnalkampus.org/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[
NIAT pemerintah untuk memajukan kualitas pendidikan bangsa perlu diacungi jempol. Pasalnya, usaha untuk membuat kebijakan yang lebih baik telah dirumuskan dan dilaksanakan dengan harapan terjadi perbaikan.
Anggaran pendidikan pun ditambah menjadi seperlima dari APBN untuk mencapai target. Akan tetapi, harapan terkadang tidak seindah yang ada di lapangan. Faktanya, UN yang berjalan sampai saat ini masih harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div align="center"><img src="http://img2.pict.com/4f/42/b0/3491299/0/w3qfbeowko.jpg"></div>
<p><b>NIAT</b> pemerintah untuk memajukan kualitas pendidikan bangsa perlu diacungi jempol. Pasalnya, usaha untuk membuat kebijakan yang lebih baik telah dirumuskan dan dilaksanakan dengan harapan terjadi perbaikan.</p>
<p>Anggaran pendidikan pun ditambah menjadi seperlima dari APBN untuk mencapai target. Akan tetapi, harapan terkadang tidak seindah yang ada di lapangan. Faktanya, UN yang berjalan sampai saat ini masih harus menempuh upaya perbaikan untuk mendapatkan format yang ideal. Hal ini menjadi PR bersama, terutama pemerintah selaku regulator yang membuat sistem pendidikan dapat berjalan dengan baik.<br />
<span id="more-796"></span></p>
<p>Penerapan standar kelulusan sudah berlaku sejak lima tahun lalu. Dengan standar nilai kelulusan yang lebih tinggi, pemerintah berharap peserta didik termasuk guru mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan yang dilakukan tersebut kiranya menemui sebuah dilema dengan kenyataanyangada. Di satu sisi pemerintah meningkatkan tingkat kelulusan dengan harapan terjadi perbaikan.</p>
<p>Namun, di sisi lain semakin banyak peserta didik yang tidak lulus karena beban yang mereka terima meningkat. Sekilas penerapan standar kelulusan yang meningkat berkorelasi positif dengan perbaikan pendidikan. Tidak seorang pun berani menjamin hal tersebut, jika implementasi yang dijalankan masih sama dengan sebelumnya. Justru penerapan berbasis standar nilai kelulusan, akan menciptakan potensi pragmatisme dalam pendidikan.</p>
<p>Artinya, sumber daya dalam pendidikan terarahkan untuk mencapai minimum standar kelulusan, alias yang penting lulus,bagaimanapun caranya. Nama sekolah dapat tercoreng jika jumlah siswanya banyak yang tidak lulus. Melihat perkembangan penerapan standar kelulusan, pemerintah harus melakukan banyak evaluasi, terutama mencari faktor yang menyebabkan imbas yang kurang baik bagi pendidikan.</p>
<p>Jika melihat ke masa lalu, saat faktor kelulusan ditentukan oleh sekolah, tidak banyak kejadian terjadi seperti kasus baru-baru ini.Mungkin pemerintah bisa mengadopsi sistem yang pernah dijalankan sebelumnya dengan beberapa penyesuaian dengan kondisi saat ini. Selain memperhatikan standar nilai yang ditentukan oleh sekolah, faktor kelulusan di masa lalu juga memperhatikan aspek perilaku dan moral.</p>
<p>Memang tidak mudah menentukan sistem pendidikan yang terbaik, akan tetapi kita bisa becermin dari esensi pendidikan itu sendiri. Pendidikan memiliki tujuan yang penting untuk menciptakan SDM yang berkualitas, beretika dan bermoral. Dari tujuan tersebut, kita semua dapat becermin bagaimana seharusnya sebuah sistem pendidikan harus dibentuk.Tentunya kita berharap semua bahwa sistem kelulusan yang dibuat saat ini adalah upaya untuk mengarah ke sana. Disadari atau tidak pendidikan adalah investasi terbesar yang menentukan nasib bangsa ke depan. (*)</p>
<p>Tri Mukhlison Anugrah<br />
Mahasiswa Fakultas Ekonomi<br />
Universitas Indonesia</p>
<p>(Koran SI/Koran SI/rhs) </p>
<p>diambil dari <b><i><a href="http://kampus.okezone.com/read/2010/04/29/367/327609/standar-kelulusan-memicu-divestasi-masa-depan">Oke Zone</i></b></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.jurnalkampus.org/standar-kelulusan-memicu-divestasi-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://analytics.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://analytics.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->
