Pernah mendengar istilah hacker? Saya yakin sebagian besar orang pernah mendengar istilah ini, atau mungkin anda adalah seorang hacker. Dalam sebagian besar pemberitaan media dan dalam persepsi yang berkembang, istilah hacker cenderung mengacu pada seorang kriminal. Ini memang tidak bisa dihindari karena banyaknya pemberitaan media mengenai kejahatan yang telah dilakukan seseorang yang memiliki kemampuan hacker.
Namun, apa arti sebenarnya dari istilah hacker dan siapa saja mereka sebenarnya, berbeda dengan pandangan umum yang telah ada. Kali ini saya akan sedikit mengulas mengenai hacker, berdasarkan pengalaman saya sendiri dan beberapa sumber lainnya. Dengan demikian, semoga sedikit tulisan ini dapat memberikan pemahaman dari sisi yang berbeda mengenai hacker; terlepas dari penilaian akhir anda yang tidak dapat saya protes tentunya.
Dalam Wikipedia disebutkan bahwa seorang hacker adalah orang yang mempelajari, menganalisa, dan bila menginginkan, dapat membuat, memodifikasi, bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah piranti seperti software komputer dan hardware komputer, misalnya aplikasi, administrasi, dan hal-hal lainnya, terutama keamanan. Saya rekomendasikan Wikipedia karena situs ini memang telah umum digunakan. Anda tentu dapat mencari referensi lainnya yang bertebaran di segala penjuru internet, bukan masalah.
Pada awal penggunaan istilah hacker, pengertiannya berada dalam sisi yang positif. Sebutan Hacker diberikan pada mereka yang telah benar-benar ahli dalam program komputer dan sistem administrator. Jika anda memiliki masalah dengan sistem anda dan anda perlu memperbaikinya dengan segera, maka sebaiknya anda meminta bantuan seorang hacker yang kompeten. Mereka mungkin akan nge-hack source code untuk melakukan perbaikan karena mereka tahu sistem secara keseluruhan. Beberapa orang mungkin mengetahui perbedaan antar bagian tertentu dimana sistem bekerja, namun hacker punya pengetahuan menyeluruh bagaimana sistem bekerja sementara memperbaiki detail yang terkecil sekalipun.
Sejak kejahatan pembobolan komputer pertama, maka anggapan kurang menyenangkan pada hacker mulai terbentuk. Dari pada menggunakan istilah criminal hacker, media secara sederhana menyebut pelakunya dengan hacker. Tidak seharusnya seorang montir kriminal yang melakukan pencurian motor hanya disebutkan montir yang melakukannya, begitu juga dengan hacker. Para hacker menyebut mereka yang menggunakan kemampuannya untuk kejahatan dengan sebutan cracker dan tidak suka bergaul dengan mereka. Seorang HACKER SEJATI tidak akan pernah setuju jika seseorang baru bisa disebut hacker apabila telah dapat menembus suatu sistem keamanan. Dan sebagian besar hanya para Lamer yang sering menyombongkan diri di IRC channel dan sebagainya. Penegasan disini adalah mereka yang melakukan kejahatan itu adalah CRACKER bukan hacker.
Hacker sendiri memilki beberapa tingkatan, secara garis besar tentunya. Tingkatan teratas merupakan tempat terhormat bagi hacker teratas yang disebut elite hacker. Kalau di Indonesia mungkin lebih dikenal dengan sebutan “Suhu”. Mereka adalah orang yang diberkahi anugerah bakat alami dalam bidang sistem operasi yang sanggup mengkonfigurasi dan menyambung jaringan secara global. Mereka merupakan hacker yang terampil dan sangat efektif dan efisien dalam menggunakan pengetahuannya. Terlebih, mereka adalah ujung tombak industri keamanan jaringan.
Tingkatan berikutnya dapat disebut semi-elite. Biasanya, hacker kelas ini lebih muda dari para elite. Mereka juga punya banyak pengetahuan mengenai sistem operasi termasuk lubang keamanannya. Pada umumnya menggunakan sejumlah kecil program untuk mengubah program exploit. Kebanyakan serangan pembobolan yang dipublikasikan dilakukan oleh hacker tingkat ini. Dan sialnya dikalangan elite mereka sering dikategorikan sebagai lamer.
Tingkatan berikutnya dikenal dengan developed kiddie. Dari namanya tentu diketahui bahwa kelompok hacker ini merupakan para remaja yang kebanyakan masih sekolah. Mereka mungkin membaca dan mempelajari cara hacking dari buku dan mencoba praktek pada beberapa kesempatan. Karena kemampuannya terbatas, umumnya mereka hanya mengetahui lubang keamanan yang sudah ada tanpa dapat menemukan lubang keamanan baru. Selain itu, mereka masih menggunakan tools berbasis GUI (Graphical User Interface) dan baru menguasai basic dari UNIX. Sebutlah mereka ini adalah orang yang punya tools tapi bukan pengetahuannya. Dari mereka ini ada kelompok yang mungkin lebih bisa disebut sebagai script kiddie, karena kebiasaan mereka menggunakan trojan dalam aktifitasnya.
Tingkatan dasar yaitu mereka yang disebut sebagai lamer. mereka adalah wanna be hacker, orang yang ingin jadi hacker dengan pengalaman dan pengetahuan yang sangat minimal. Pada umumnya tidak terlepas dari penggunaan trojan, nuke, atau DoS. Dalam perkembangannya mungkin kemampuan mereka hanya setingkat developed kiddies.
Dengan demikian saya rasa sudah cukup jelas bahwa hackers are good but crackers are not. Pandangan yang kurang baik terhadap sebutan hacker semestinya dapat dihindari, tentunya. Pada posting berikutnya Cracker: How do the attackers do this?, saya akan membicarakan betapa melelahkannya pekerjaan hacker, hmm…
{ inspirasi dari berbagai sumber yang tidak dapat disebutkan satu persatu }






