Islam KTP bukan hanya sekedar sinetron yang di tayangkan di TV, tapi kali ini Islam KTP menjadi konsep acara WINNER (Welcome In Economic Area) persembahan dari FSQ (Forum Study Qur’an), Sabtu (24/9).

Sekitar 200 mahasiswa baru berkumpul di Aula Pemprov Banjarmasin, mereka antusias mengikuti acara yang juga di persembahkan untuk mereka ini. “Acara ini merupakan acara tahunan untuk lebih memperkenalkan FSQ agar lebih akrab di kalangan mahasiswa baru, karna seperti pepatah tak kenal maka tak sayang” ungkap ketua FSQ  dalam sambutannya.

Sebelumnya sang ketua acara Andi Apriadi berharap agar peserta setelah acara ini bisa mendapatkan Inspirasi yang tiada batasnya, apalagi sekarang telah menyandang status sebagai mahasiswa, “kita seharusnya bisa menjadi mahasiswa yang hebat, bukan hanya sekedar mahasiswa pasif di bangku kuliah” tegasnya.

Pukul 08.30 acara yang bertemakan Inspirasi Tanpa Batas ini resmi dibuka oleh Bapak Drs Haris Fadhillah, M.Si selaku Pembantu Dekan I, “saya sangat mendukung dengan adanya acara seperti ini, karna Inspirasi itu bukan hanya angan-angan tanpa batas tapi juga perlu usaha dan niat untuk pencapaiannya,” begitulah sedikit sambutan dari beliau.

Inti dari acara WINNER ini terletak pada kabaretnya yang diperankan oleh Humaidi(sebagai bang Madit), Ahmad Syaini(sebagai Tebe), Budi Permana(sebagai steven) dkk. Nama dan karakter tokoh diadaptasi dari sinetron Islam KTP, ceritanya mengisahkan tentang kehidupan seorang mahasiswa perantauan yang sebelumnya terjerumus ke dalam pergaulan bebas, tapi kemudian berhasil memperbaiki diri setelah menjalani pembinaan di FSQ FE UNLAM.

Selain itu, season yang tak kalah penting adalah materi yang disampaikan dari anggota FSQ. Pertama dari ketua FSQ Muhammad Junaidi, dia menekankan bahwa “Teman mempengaruhi pribadi anda, jadi berteman lah dengan orang yang baik. Setidaknya teman yang baik adalah diri anda sendiri, pahami dan mengertilah diri anda agar anda menemukan jati diri yang sesungguhnya.” Kedua dari Budi Permana yang menyampaikan materi dengan tema SMART ORIENTATION, penyampaian atraktif mengenai kompenan terkecil dari manusia ini berkesimpulan bahwa “seseorang yang mendapatkan informasi positif tentu akan menjadi manusia yang positif juga, begitupun sebaliknya dengan orang yang mendapatkan informasi negatif.”