Oleh: M. Agung Setiawan

Sejak semester pertama lalu saya mengetahui tentang Siakad. Sudah barang tentu dipikiran saya, siakad adalah teknologi mutakhir yang digunakan fakultas ini. Mungkin seperti jejaring sosial buatan pihak fakultas, benak saya waktu itu. Saya yang anak kemarin sore di fakultas ini berdecak kagum, karena di SMA dulu belum ada yang seperti ini. Tidak sia-sia saya bersusah payah menembus dan menjadi bagian dari civitas academica-nya.
Konon, siakad disebut para admin kampus adalah sistem administrasi penilaian dan poros dari segala jenis akademik mahasiswa dan dosen, serta karyawan kampus. Oleh karena itu, kita dijadikan semakin mudah dalam mengakses kepentingan akademis. Dengan tampilan portal situs yang sederhana dan tidak ribet, pengakses hanya tinggal mengetik username dan password (diberikan ketika resmi menjadi mahasiswa unlam) di beranda situs tanpa dipersulit dengan registrasi, yang akan langsung membawa user pada beranda khusus. Di dalamnya terdapat: Form Kartu Rencana Studi, Kartu Hasil Studi, dan lain-lain.

Rasanya sulit membayangkan keadaan siakad hari ini. Baru saja saya membuka kembali siakad, namun yang terjadi tidak bisa diakses. Saya mencoba berpikir positif, mungkin ada kesalahan koneksi di modem saya atau mungkin pulsanya habis.

Saya memang bukan ahli dalam bidang perkomputeran, tapi kalau membandingkan dengan Sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi lain, terlihat hampir sama kualitas tampilan portal masing-masing. Tapi secara domain, saya lihat banyak yang menggunakan Domain Kelas Atas: ac.id, bukan seperti .net yang digunakan unlam. Ada lagi, yang saya ingat, hanya fakultas ekonomi dan fakultas MIPA yang dapat mengakses portal ini. Sekali lagi, saya berpikir positif, mungkin suatu saat dapat dikembangkan lebih lanjut oleh ahli IT unlam.

Kemudian yang terpenting, isi dari siakad yang masih sepi dari hingar bingar informasi yang menjadi substansi pembuatan siakad. Apalah arti Sistem Informasi Akademik jika hanya diisi dengan kekosongan informasi? Seperti Mall tanpa pengunjung. Pastilah biaya pembuatannya cukup besar. Dan yang lebih pasti, SDM unlam mampu dalam hal pemrosesan informasi akademik. Maka diharapkan agar dapat dibenahi lebih lanjut.

Kalaupun sulit menerka apa yang terjadi di server dan ahli IT kampus, masih adalah secercah harapan untuk dapat menikmati kemudahan-kemudahan tersebut. Karena dengan itu, penghematan dan efisiensi dapat dirasakan semua orang.Semoga…

******