SYAIR ALAM

Malam menangis ketika purnama tak lagi tersenyum

Awan gelap selalu menggantung di cakrawala


Saat itu aku hanya bisa termenung di pintu langit suram

Rahasia apa lagi yang akan tersingkap di balik purnama yang bermuram durja

Akankah negeri ini akan binasa seperti negeri yang di kirim awan penyiksa

Tuhan . . . . . . . . .

Negeri ini sedang terjatuh……

Terpeleset……..

Tersakiti………

Terdzhalimi……….ter….ter……

Air mataku membulir

Ujian, tanah longsor, banjir, gempa, lumur panas, adalah di antara sapaan yang  tak pernah dibalas senyumnya. Berulang kali ia tersenyum menyapa


Tapi orang negeri ini tak pernah paham

Terlalu sibuk memikirkan kekuasaan, sibuk memperebutkan hasil alam

Padahal puisi alam berulang kali di syairkan

Blar …….!!!!!!!!!!! Suara Guntur menyambar diselingi kilat zig – zag

Tuhan…………………..

Jangan binasakan negeri ini, pintaku lirih

Seraya menutup pintu

Kembali mataku membulir