Banjarmasin – Temu Ilmiah Nasional Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam ke-10 yang digagas oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam FSQ FE UNLAM, kali ini digelar di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin (12-13/3). Dengan mengangkat tema “Rekonstruksi Sistem Kepemilikan, Pengelolaan dan Pendistribusian Kekayaan Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat yang Adil dan Merata” untuk Islamic Economic Conference of Borneo yang dihelat pada pukul 09.00 – 13.30 wita, dan tema “Prospek dan Aplikasi Sistem Ekonomi Islam” untuk Studium General yang dimulai dari pukul 15.00 – 16.30 wita.
Pembicara acara ini antara lain, pada sesi Islamic Economic Conference: Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili Deputi I Kementerian Lingkungan Hidup Imam Hendargo Abu Ismoyo; Prof. Dr. Sharifuddin Bin Muhammad Zain (Dosen Faculty of Science, University of Malaya, Malaysia dan Seorang Aktivis dan Pengamat Ekonomi Islam Malaysia); Prof. Dr. Ing. H. Fahmi Amhar (Profesor Riset Bidang Sistem Informasi Spasial Bakosurtanal, Peneliti Utama (IV/e) pada Badan Koordinasi Survei & Pemetaan Nasional (Bakosurtanal) & Kepala Balai Penelitian Geomatika di Bakosurtanal); Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag (Doktor Univ. Kebangsaan Malaysia dan Wakil Ketua III STEI Hamfara Yogyakarta).
Kemudian pada sesi Studium General, pembicara: Dr. Arim Nasim, M.Si, Ak (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung); Dr. Muhammad Syafi’ie Antonio, M.Sc (Ahli Ekonomi Islam & Ketua STEI TAZKIA); Ir. Dwi Condro Triono, M.Ag (Doktor Univ. Kebangsaan Malaysia dan Wakil Ketua III STEI Hamfara Yogyakarta).
Adapun Moderator pada masing-masing sesi ditunjuk, Akhid Yulianto, SE. M.Sc (Log), (Dosen FE. Unlam) dan seorang anggota panitia acara.
Peserta Temilnas kali ini berasal dari beberapa Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta di Indonesia. Ada peserta Universitas Jendral Sudirman, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Palangka Raya, Universitas Lambung Mangkurat, dan lain-lain.
Acara sendiri cukup menarik dengan presentasi pembicara yang cukup ahli di bidang Ekonomi Islam, sehingga peserta sangat antusias mengkuti jalannya acara hingga selesai. Setelah pembicara selesai melakukan presentasi, diadakan tanya-jawab antara peserta dan pembicara. Cukup banyak peserta yang bertanya.
Pada umumnya acara berjalan cukup baik, hanya ada sedikit masalah pada saat registrasi peserta, tapi tidak sampai mengganggu jalannya acara. “Acara cukup menarik, tapi makan siang yang disediakan panitia kurang menarik”, kata salah seorang peserta dari Fakultas Ekonomi UNLAM. (AS)



